Menu

Ketum PBNU Lantik 4 Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama

  Dibaca : 157 kali
Ketum PBNU Lantik 4 Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama
Pelantikan— Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatra Barat (UNU Sumbar) Prof Yunia Wardi dilantik oleh Ketum PBNU secara virtual dan dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Sumatera Barat, Prof Ganefri, Sekum PWNU Sumbar Suleman Tanjung.

PADANG, METRO
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj melantik empat Rektor Perguruan Tinggi Nadlatul Ulama (PTNU) yang dilaksnaakan secara virtual, Selasa siang (26/1).

Para rektor yang dilantik yaitu Prof Dr H Lias Hasibuan MA sebagai Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS-NU) Jambi masa jabatan 2020-2025. Kemudian, Dr H Imam Satibi sebagai Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kabupaten Kebumen masa jabatan 2020-2025.

Selanjutnya, Prof Dr Yunia Wardi dilantik sebagai Rektor Universitas Universitas Nahdlatul Ulama Sumatra Barat (UNU Sumbar) dengan masa jabatan 2021-2025. Terakhir, M Jauharul Ma’arif M.Pdi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro masa jabatan 2020-2024.

“Alhamudlillah, siang hari ini kita telah melantik empat rektor PTNU secara virtual. Karena memang kondisi belum mengizinkan secara offline. Saya harapkan, perguruan tinggi yang rektornya baru saya lantik, menjadi pusat peradaban, pusat kemajuan, pusat kajian intelektual bagi para nahdliyin dan mahasiswa nahdiliyin khususnya,” ungkap Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan.

Menurut Said Aqil, amanat yang diemban para rektor yang baru dilantik merupakan amanat yang berat. Akan tetapi, amanat tersebut merupakan amanat yang mulia, bersifat membangun peradaban dan budaya, membangun karakter, membangun kemanusiaan serta membangun akhlak. Setelah itu baru membangun skill dan ilmu pengetahuan.

“Ilmu itu setelah membangun karakter dan akhlak. Teknologi setelah kepribadian terbangun. Jangan dibalik, ilmu dulu baru karakter, pasti akan gagal nantinya. Martabat sebuah bangsa tergantung dari budayanya, bukan tergantung agamanya,” ungkap Said Aqil.

Untuk itu, Said Aqil mengajak seluruh warga NU untuk mempertahankan budaya, karekter dan akhlak, ketika hidup di era apapun. Amanah yang harus dilakukan oleh warga NU saat ini, yaitu tsaqofah dan hadharah. Setelah mencapai dua hal itu, maka umat Islam, khususnya warga NU akan menjadi umat yang mutamaddin atau masyarakat yang beradab.

“Apalagi saat ini sudah di era IT, era medsos yang penuh dengan fitnah. Kita harus punya ciri khas yaitu kelompok umat islam yang berbudaya. Yang mengharmoniskan antara teologi, tsaqofah dan hadharah. Bahkan tsaqofah dan hadharah ita jadikan pondasi insfastruktur agama. Maka agamanya kuat, budayanya langgeng. Jangan sampai sesekali kita mempertentangkan antara agama dan budaya,” tegas Said Aqil.

Said Aqil mengajak seluruh warga NU mengharmoniskan nilai-nilai agama dari Allah yang sakral dengan kreatifitas manusia yang bersifat capaian-capaian kehidupan bermsayarakat. Kecuali, kalau jika itu bertentangan dengan syariat-syariat Islam, seperti hubungan seks bebas, minuman keras maka harus ditolak.

“Selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, mari budaya dilestarikan. Silahkan sekolah ke Arab, tapi pulang harus bawa ilmu, bukan pulang bawa budaya arab. Silahkan kuliah di negara mana saja, tapi pulang bawalah teknologi, jangan bawa budayanya. Begitu dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” ujar Said Aqil.

Dijelaskan Said Aqil, hal itulah yang menjadi maksud dirinya menyebut dengan islam nusantara. Teologinya tetap dari arab, tetapu budaya arab tidak cocok jika dibawa ke Indonesia. Jika memang betul-betul mencintai tanah air Indonesia, maka lestarikanlah budaya yang ada di Indonesia.

“Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada 4 rektor yang baru dilantik, semoga Allah membetikan kekuatan lahir dan bathin, dalam rangka menjalankan amanat dan kewajiban, walaupun saya tahu, pastilan tantangannya sangat berat, sementara honornya kecil. Tapi saya yakin, Allah yang akan membalas jasa-jasanya,” pungkas Said Aqil.(rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional