Menu

Ketua PWI Agam Ditangkap Badan Narkotika

  Dibaca : 1992 kali
Ketua PWI Agam Ditangkap Badan Narkotika
KLUARKAN KEPUTUSAN— Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengeluarkan keputusan tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2021.
Oknum wartawan ditangkap BNNP Sumbar - web

Ketua PWI Agam Anizur Pandu (pakai sebo) saat jumpa pers bersama BNNP Sumbar, Jumat (13/11/2015). Anizur diringkus di rumahnya, karena mengantongi dua paket sabu. Kepada polisi, Anizur mengaku hanya seorang pemakai.

PADANG, METRO–Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Agam secara de facto Anizur Pandu (44) diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar, Kamis (12/11). Di tangannya, beberapa paket sabu disita petugas.

Setidaknya, ada sembilan orang lainnya yang ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan petugas di rumah Anizur, kawasan Lubuakpanjang, Jorong II Nagari Gegarahan, Kecamatan Lubukbasung, Agam. Namun, dari sembilan yang ditangkap, hanya Anizur seorang yang dihadapkan Kepala BNN Sumbar M Ali Azhar kepada wartawan, dalam jumpa pers, Jumat (13/11) siang.

Delapan lainnya, disebut belum bisa diekspos karena dalam tahap pengembangan. ”Dia yang tertangkap merupakan Ketua PWI Agam. Di tangannya didapat dua paket sabu,” terang Ali Azhar.

Dituturkan Ali Azhar, sebenarnya, Anizur sudah dua bulan diintai oleh petugas. Langkahnya diikuti setelah petugas menerima laporan dari warga yang mengaku sudah resah dengan tindak-tanduk lelaki yang pernah bekerja di media harian terbitan Padang itu. Usai menerima laporan, petugas BNN bersama Polres Agam melakukan penelusuran. “Sejak lama Anizur diintai, karena yang bersangkutan disebut sebagai bandar sabu. Anggota menunggu waktu yang tepat untuk menangkap,” ungkap Ali Azhar.

Ketika mendengar Anizur sedang bersama delapan kawannya, anggota langsung bergerak dan menggerebek rumah yang dijadikan tempat transaksi. Sewaktu digerebek, Anizur terkejut, namun tidak bisa berbuat banyak, apalagi kabur, karena rumahnya sudah dikepung. Jadilah, Anizur hanya pasrah ketika tangannya diborgol.

Setelah ditangkap, Anizur langsung digiring ke Kantor BNN yang ada di Padang. Pukul 11.00 WIB, Anizur yang dibawa dengan mobil Avanza warna hitam tiba di BNN. Kepalanya ditutup sebo, tangan terborgol dan segera digiring ke dalam Kantor BNNP Sumbar untuk menggelar jumpa pers.

Di dalam ruangan, pelaku didudukan di hadapan wartawan. Seakan malu disoroti kamera, pelaku sesekali menundukkan kepalanya, bahkan menangis. ”Saya hanya pemakai. Bukan pengedar. Barang yang didapat cuma untuk dipakai sendiri,” kata Anizur kepada wartawan.

Namun, menurut Kepala BNN Ali Azhar, Anizur berkemungkinan seorang pengedar sabu. ”Kita masih menyelidiki asal barang bukti. Jika terbukti, pelaku terancam Pasal 112 dan Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minima

l 4 tahun hingga maksimal 20 tahun kurungan penjara,” sebut Kepala BNN.
Anizur sendiri mencoba berkilah-kilah. Katanya, dia bukan wartawan aktif namun memang tercatat dalam kepengurusan PWI Agam dan sudah habis masa periode. ”Saya bukan wartawan aktif, dulu memang pernah bekerja di salah satu media harian. Saya hanya pemakai narkoba bukan pengedar. Saya tidak pernah mengedarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Zulnadi, Dewan Kehormatan Daerah PWI Sumbar yang didampingi Tomi D Rafles dari SIWO PWI Sumbar, mendatangi BNNP Sumbar untuk mengklarifikasi bahwa pelaku memang wartawan aktif dan tercatat dalam kepengurusan PWI Agam periode 2012 hingga 2015 yang sudah berakhir pada bulan Juli 2015 lalu.

“Pelaku sebelum menjabat sebagai unsur Wakil Ketua PWI Agam. Ketika Ketua PWI Agam yang lama, Deni Sastra Yuza meninggal, secara struktural pelaku menjabat Ketua PWI Agam secara de facto tanpa pengukuhan. Namun periode kepengurusan itu sudah berakhir Juli lalu,” sebutnya.

Zulnadi menegaskan PWI Sumbar mendukung BNN maupun kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba yang telah merasuk keseluruh kalangan masyarakat. Semoga tidak ditemukan lagi hal seperti ini yang mana mencoreng korp profesinya. Sejak ditangkap, lanjut Zulnadi menuturkan, keputusan PWI Sumbar saat ini telah menonaktifkan pelaku dalam kepengurusan PWI. “Sedangkan soal keanggotaanya akan dibahas di kongres,” pungkasnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat PWI Agam belum menentukan sikap terkait penangkapan. Seorang Dewan Panasehat PWI Kabupaten Agam, Lukman mengatakan, dirinya masih menunggu perkembangan yang ada. ”Saya belum berbicara banyak soal itu di internal kepengurusan PWI, dan saya berbicara secara manusiawi tentu rasa sedih dan prihatin,” jelas Lukman.

Penangkapan Pandu, merupakan warning bagi siapa saja. Sekarang, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar tak pilih-pilih, juga tidak pandang bulu lagi dalam beraksi. Siapa saja terlibat narkoba disikat. Baik itu sipil, PNS, wartawan atau polisi pun. (r/i)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional