Menu

Ketua LPAI, Seto Mulyadi, Permainan Tradisional Masuk Olahraga Sekolah

  Dibaca : 141 kali
Ketua LPAI, Seto Mulyadi, Permainan Tradisional Masuk Olahraga Sekolah
BERIKAN PIAGAM— Ketua LPAI Seto Muyadi saat memberikan piagam guru berprestasi pada acara Indonesia Millennial Teacher Festival 2019 di halaman Kantor Bupati Solsel. (afriadi/nursal )

SOLSEL, METRO – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengatakan, permainan tradisional menjadi kegiatan dan permainan yang dikembangkan di sekolah-sekolah, sebagai bagian dari kegiatan olahraga.

“Kepada bapak Presiden dan pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kami memohon agar mulai tahun depan ditegaskan agar permainan tradisional menjadi kegiatan yang dikembangkan di sekolah-sekolah. Sebagai bagian dari kegiatan olahraga,” ujar pemerhati anak, Kak Seto di Solsel pada usai menjadi motivator Indonesia Millennial Teacher Festival 2019, di halaman kantor bupati, Kamis (12/9).

Dijelaskan, kurikulum di sekolah itu perlu dikritisi dan menjadi perhatian bagi semua kalangan di daerah, baik dari dinas pendidikan maupun pemerhati pendidikan supaya ada masukan-masukan bagi siswa di sekolah.

Hal ini dengan adanya permainan tradisional, mampu membuat anak merasa nyaman berada di sekolah. Hal ini mampu menunjukkan kriteria sebagai Kabupaten layak anak.

“Saya melihat kabupaten ini para guru dan para anak-anaknya hebat hebat. Ini merupakan sinergi bersama sehingga mampu menjadikan geliat yang menciptakan generasi hebat,” ungkapnya.

Terkait maraknya anak yang hobi bermain gadget dan cenderung dibiarkan oleh para orang tua. Bahkan handphone pintar ini lebih sering digunakan untuk teman bagi anak. Menurut Kak Seto, ada solusi yang bisa untuk mengatasi itu, harus ada imbangan sesuatu kegiatan yang tidak kalah menarik dan menyenangkan bagi anak.

Di mana, lanjutnya, kenapa anak lebih tertarik pada gadget, karena sering tidak terjadinya persahabatan terhadap anak di dalam keluarga. Karena sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga waktu tersita dan tidak ada luang untuk bersama anak. “Orang tua hanya menanyakan pekerjaan rumah, ayo belajar.

Tapi tidak ada bercengkrama bersama, sehingga kembali mempopulerkan kembali gerakan nasional SASANA atau saya sahabat anak,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan SASANA ini disetujui oleh Presiden Joko Widodo dan beliau melakukan kegiatan bermain dibelakang istana merdeka dengan permainan tradisional.

“Bahkan ada empat menteri yang hadir saat itu, disinilah saya meminta kepada bapak presiden agar ditahun depan permainan tradisional masuk dalam kegiatan-kegiatan disekolah dan itu bisa pada olahraga,”ujarnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional