Close

Ketua KPK  Ancam Para Anggota Dewan, Firli: Ada Masalah Korupsi, Saya Tangkap Kalian

TOLAK—Mahasiswa dari sejuimlah kampus menggelar aksinya di kantor gubnerur Jambil untuk menolak kedatangan Ketua KPK.

JAMBI, METRO–Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta anggota DPRD Jambi menghindari praktik korupsi dalam menjalankan tugasnya. Firli memastikan tidak akan menoleransi legislator yang mencuri uang rakyat.  “Saya tidak berharap ada anggota DPRD ka­bupaten atau kota akan menambah catatan anggota DPRD Jambi yang terlibat kasus korupsi,” kata Firli dalam siaran pers, Selasa (28/9).  Eks Kepala Baharkam Polri itu juga mengingatkan tanggung jawab anggota DPRD Jambi untuk me­nyejahterakan masyarakat. Bukan sebaliknya, yaitu mengambil hak rakyat. Firli menyadari KPK bukan pihak yang mengoreksi cara kerja anggota DPRD Jambi.

Namun, jika sudah ada yang korupsi, hal itu merupakan ranah­nya. “Rekan-rekan DPRD mau mendengar atau tidak, ya, enggak ada urusan sama saya. Tetapi, setelah ada masalah korupsi, saya tangkap kalian. Itu pasti,” tegas Firli.

Kehadiran Firli Bahuri, Sempat Kucing-kucingan

Sebelumnya, keberadaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Jambi, Senin (27/9), mendapat penolakan dari ma­hasiswa. Bersamaan itu Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) menggelar aksi di Kantor KPK, Jakarta Selatan. Presiden Mahasiswa Universitas Jambi Kur­nia Nanda mengatakan pihaknya awalnya menggelar aksi pada 08.30 WIB. Lalu, massa bergerak ke simpang Bank Indonesia, Kota Jambi.

“Kami blokade jalan raya dan menggelar aksi dengan orasi dan penyampaian kekecewaan terha­dap KPK. Lalu 11:30, kami bergerak ke Kantor Gubernur Jambi dan tepat di depan tangga menuju pintu masuk Gedung Gubernur kami diadang oleh polisi dan Satpol PP dan di Larang masuk,” kata dia saat dikonfirmasi.

Gubernur Jambi Al Haris, lanjut dia, menyampaikan bahwa Firli tidak ada dalam kantornya. Pada­hal, kata Kurnia, jadwal yang me­reka dapatkan, Firli ada di Kantor Gubernur.  “Kami sempat mencoba masuk dan mendorong pihak ke­polisian dan Satpol mundur, tetapi tidak sampai terjadi kericuhan,” kata dia.

Lalu, kata Kurnia, gubernur menjanjikan kepada mahasiswa agar bisa diterima Filri. Namun, janji itu tak kunjung terealisasikan se­hing­ga mahasiswa bergerak ke Gedung DPRD Jambi. Sebab, ada informasi bekas Kepala Baharkam Polri itu berada di sana.  “Kami menuju ke sana, di awal kami dijegal di pagar, pagar besi ditutup, dan kami sempat cekcok dan me­n­coba masuk paksa. Dan akhirnya kami sempat masuk, lalu kami bergerak di depan DPRD Provinsi Jambi,” jelas dia.

Kurnia menceritakan di depan tangga Gedung DPRD, pihaknya sempat diadang oleh polisi ber­senjata. Mahasiswa pun menyam­paikan orasinya dan mendesak Firli keluar dari gedung. Di sisi lain, mahasiswa juga menuntut Ketua DPRD Jambi untuk menyerahkan Firli, tetapi tidak digubris.

“Massa aksi kami gerakkan untuk mengepung Kantor DPRD Jambi. Kami kepung pintu belakang, saat kami di belakang, ternyata sudah ada mobil yang stay dan siap berangkat. Dan Firli sempat keluar, karena kami datang, dia masuk ke gedung lagi, dan kami tetap me­nunggu,” jelas dia.

Menurut Kurnia, Filri akhirnya bisa kabur dari Gedung DPRD Jambi setelah melewati pintu samping masjid. Dia mengaku Filri luput dari pandangan mahasiswa. “Kami massa aksi sangat kecewa akan itu. Beliau sampai menipu dan tak mau bertemu, lalu kami memberikan pernyataan sikap di depan DPRD Provinsi Jambi di tengah guyuran hujan. Dan kami membubarkan aksi untuk besok kami tunggu dia di Universitas Jambi yang katanya mau mengisi seminar,” jelas Kurnia. (tan/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top