Menu

Ketua Bawaslu: Perempuan jangan Golput saat Pilkada

  Dibaca : 208 kali
Ketua Bawaslu: Perempuan jangan Golput saat Pilkada
SOSIALISASI—Bawaslu Kota Payakumbuh melakukan sosialisasi pengawasan Pilkada partisipatif.

KUBUGADANG, METRO
Peran perempuan dalam menentukan suksesnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar pada 9 Desember 2020, sangat penting. Untuk itu, ribuan Perempuan yang ada di Payakumbuh harus datang ke TPS guna memberikan hak pilihnya.

”Perempuan juga harus ikut ambil bagian dalam melakukan Pengawasan Partisipatif, terutama melakukan pencegahan terjadinya berbagai pelanggaran. Terutama yang berada dilingkungan sekitar tempat tinggal kita,” harap Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh Muhammad Khadafi, ketika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Tahapan Pelaksanaan Pemilu Partisipatif yang melibatkan kelompok perempuan yang ada Payakumbuh, Senin (26/10).

Khadafi berharap Pilkada di Kota Payakumbuh yang hanya melakukan Pemilihan Gubernur-Wakil Sumbar bisa berjalan sesuai dengan aturan, jujur, adil dan tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk tingginya Partisipasi pemilih.

”Perempuan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyukseskan Pilkada tahun 2020 ini. Suara mereka sangat berarti untuk terpilihnya Pemimpin Sumatera Barat kedepan, untuk itu mereka tidak boleh Golput, mereka harus datang dan mengajak anggota keluarga ke TPS untuk memberikan hak pilih,” sebut Khadafi.

Ia juga menambahkan, pada Pilkada tahun ini jumlah Pemilih di Payakumbuh mencapai 93.671 orang dengan rincian Pemilih laki-laki 45.961 dan Pemilih perempuan mencapai 47.710 orang. Tingginya angka jumlah pemilih perempuan mebuktikan bahwa perempuan bisa menjadi penentu siapa pemimpin Sumbar terbaik kedepan.

”Jumlah pemilih Perempuan di Payakumbuh terbanyak dibanding Pemilih laki-laki dalam Pilkada tahun 2020 ini. Kita juga berharap mereka ikut melakukan pencegahan pelanggaran Pilkada dengan mengingatkan anggota keluarga, masyarakat serta orang-orang terdekat mereka untuk tidak tergoda dengan Politik uang, sebab pemberi maupun penerima bisa dipidana penjara, “ ucapnya mengingatkan.

Sementara Narasumber lainnya, Rezki Khainidar menyebutkan bahwa harapan dan kebutuhan perempuan dalam Pilkada nanti, tentunya harus perempuan itu sendiri yang menyampaikannya, Karena dia lebih tau apa yang dia perlukan. Jadi perempuan selama Pilkada ini harus mendapatkan kemerdekaanya.“Perempuan harus jadi penentu terhadap Pilihannya sendiri, perempuan harus mendapatkan kemerdekannya dalam Pilkada ini dengan menyukseskan Pilkada itu sendiri,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional