Menu

Ketua AKSSB Dituntut Denda Rp 10 Juta 

  Dibaca : 246 kali
Ketua AKSSB Dituntut Denda Rp 10 Juta 
Kantor Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

PADANG, METRO
Dinilai bersalah mekukan penghinaan dan pencemaran nama baik, terdakwa Zainul Rahim ( Aim Zein), yang merupakan Ketua Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB), dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumbar dengan membayar denda sebesar Rp10 juta.

“Kita menuntut terdakwa dijatuhkan pidana berupa pidana denda sebesar Rp juta, dan subider empat bulan kurungan,”kata JPU Derliana Sari, saat membacakan amar tuntutannya, di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Selasa (21/7).

JPU berpendapat terdakwa, melanggar 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undanf RI nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik dalam dakwaan kesatu.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan tercemarnya nama baik Rudi Khelces. Hal-hal yang meringankan, terdakwa tulang punggung keluarga dan belum pernah dihukum,”ujar JPU.

Tehadap tuntutan JPU, terdakwa mengajukan nota pembelaan (pleidoi). Sidang yang diketuai oleh Leba Max Nandoko, memberikan waktu satu minggu.

Dalam dakwaan disebutkan, bahwa terdakwa Zainul Rahim, pada tanggal 31 Agustus 2017 lalu, menggunakan hand phone genggam guna mempermudah komunikasi. Selanjutnya, pada Desember 2017 sampai Januari 2018, melalui anggota group WA, terdakwa menerima laporan dan cerita dari anggota AKSSB yaitu adanya tindakan pemerasan dan penipuan yang dilakukan Rudi Khelces, secara konspiratif dengan oknum imigrasi di dalam group WA AKSSB tersebut.

Selanjutnya dilakukanlah, percakapan, mengenai urusan imigrasi berupa visa dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan ada keluhan tentang banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan tersebut.

Kemudian 12 Januari 2018, sekitar pukul 18.54 WIB, terdakwa menulis dan mengirimkan pesan yang kepada, Rudi Khelces. Dimana pada isi pembicaraan tersebut, Rudi merasa terhina dan nama baiknya dicemarkan.

Sehingganya pada  pada tanggal 21 Maret 2018, ia pun melapor ke Saksi Polda Sumbar, dengan melampirkan bukti screenshot percakapan group WA AKSSB.

Akibatnya, terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau pasal 310 ayat (2) KUHP, atau pasal 311 ayat (1) KUHP. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

2 Komentar

  1. Info Netizen
  2. Radar Thief

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional