Menu

Keterangan Wawako Berbelit, Hakim Marah

  Dibaca : 697 kali
Keterangan Wawako Berbelit, Hakim Marah
MENJADI SAKSI— Wali Kota Solok Zul Efian dan Wakil Wali Kota Solok Reinier, diambil sumpah saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Tribun Lapangan merdeka Kota Solok.

PADANG, METRO
Zul Efian, Wali Kota Solok dan Wakilnya Reinier, menjadi saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek Tribun Lapangan Merdeka Kota Solok yang merugikan keuangan negara sekitar Rp1 miliar lebih, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  pada Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Senin (29/6).

Sidang yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, Wako dan Wawako Solok, bersama saksi lainnya memasuki ruang sidang Candra PN Tipikor, Anak Aia Kecamatan Koto Tangah. Dalam keterangannya, Wawako Solok, Reinier, mengaku tidak memberikan jaminan terhadap pengerjaan Tribun Lapangan Merdeka,Kota Solok.

“Permasalahan pokoknya, saya tidak tahu pak hakim, yang jelas saya tidak memberikan jaminan terhadap pembagunan tersebut,”kata Reiner.

Reiner menambahkan, pembangunan tersebut saat ini berhenti, namun tinggal beberapa persen untuk bobot pengerjaan.  “Bobot pengerjaan saat itu, tidak banyak lagi pak hakim, tinggal sedikit lagi,”ujarnya.

Keterangan Wawako Solok tersebut membuat majelis hakim yang diketuai Yose Rizal, didampingi M.Takdir dan Zaleka tampak marah. Pasalnya, Wawako Solok berbelit- belit dalam memberikan keterangan.

“Saksi, sudah ada korban dalam proyek pembangunan ini, sampai-sampai ada saksi yang berhutang untuk proyek ini, apakah saksi tidak kasihan,”tegas hakim ketua  Yose Rizal.

Saksi juga mengaku bahwa, proyek tersebut merupakan icon Kota Solok. Namun proyek tidak selesai. “Dimana tanggung jawab saudara sebagai Wawako Solok, Sudah ada korban, yang menyelematkan proyek. Kami ada hak untuk menahan, karena saudara berkilah,” ucap majelis hakim.

Dalam persidangan tersebut, salah seorang majelis hakim  memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), untuk menghadirkan Wawako saat pemeriksaan para terdakwa.

“Pak jaksa, tolong hadirkan saksi ini (Wawako Solok), saat pemeriksaan terdakwa,” tutur M.Takdir yang merupakan anggota majelis hakim.

Sementara, Wako Solok, Zul Efian, menyebutkan bahwa, terhentinya proyek tersebut,karena didapatkan kontrak yang terputus.

“Berdasarkan informasi dari inspektorat, terhentinya pengerjaan karena terputusnya kontrak. Hal itu disebabkan tidak selesainya item pengerjaan,”tandasnya.

Saksi lainnya, Rusprin mengaku, terdapat uang milik pribadinya dalam proyek tersebut, yang hingga kini belum diganti. Tak hanya saksi Rusprin, dua teman Rusprin, juga ada uangnya,dalam proyek tersebut.

“Belum ada solusinya, bahkan saya dan dua teman saya pernah bertemu dengan Wawako Solok untuk meminta solusi, tapi tidak ada jalan keluar. Pada hal, waktu itu Wawako Solok berjanji akan menjaminnya,” bebernya.

Sementara saksi lainnya, Suparjo, diminta oleh yang punya proyek untuk sebagai pengawas.

Dalam sidang tersebut, tiga terdakwa yakninya mantan Kepala Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Solok,Jaralis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Syofia Handayani, dan kontraktor Saidin, didampingi Penasihat Hukum (PH).

Sidang yang berlangsung sebelum masuk waktu salat magrib itu membuat majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.

Seperti berita sebelumnya disebutkan, Terdakwa Syofia Handayani, merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Perkim dan sebagai PPK Proyek pembangunan Tribun Lapangan Merdeka Kota Solok.

Sementara, terdakwa Jaralis saat itu bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA). Dalam pengerjaan proyeknya, diduga telah terjadi penggelembungan (mark up) terhadap volume pekerjaan.

Syofia bersama Jaralis diduga kuat menyetujui bobot pekerjaan yang diajukan oleh pelaksana proyek sebesar 93,00 persen. Sementara hasil pemeriksaan lapangan oleh konsultan pengawas, progres pekerjaan baru 84,304 persen.

Terdakwa tidak memutus kontrak pekerjaan saat pelaksana tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan. Meski sudah diberikan tenggang waktu penyelesaian pekerjaan sampai 50 hari kerja. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional