Menu

Kesiapsiagaan Dini dan PRB, Siswa SMA Diajarkan 3B

  Dibaca : 452 kali
Kesiapsiagaan Dini dan PRB, Siswa SMA Diajarkan 3B
PERSIAPAN—Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai dan para instruktur sedang melakukan persiapan penutupan pelatihan dalam kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Setia, Jalan Raya Sipora II, Desa Sido Makmur, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI, METRO – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai melakukan kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Sekolah Menegah Atas (SMA) Plus Setia, Jalan Raya Sipora II, Desa Sido Makmur, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan selama 3 hari itu, dimulai pada 23 sampai 25 Oktober.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mentawai Yusuf Hadisumarto, kepada POSMETRO, kegiatan kesiapsiagaan dan PRB selama 3 hari itu dikatakan berjalan baik.

Adapun kegiatan tersebut yakni di hari pertama sosialisasi dan latihan, hari kedua melakukan simulasi dan skenario, dan di hari terakhir apel bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Mentawai.

Selain itu, di hari terakhir Tim BPBD juga menempilkan video dokumenter sebagai bentuk memperingati 8 tahun bencana tsunami di Kecamatan Pagai selatan.

“Pada hari pertama kita melakukan sosialisasi atau melatih siswa SMA terkait bagaimana cara mereka menyelamatkan diri ketika gempa terjadi. Apalagi dalam posisi sedang melakukan proses belajar. Dan maka kami mengajarka siswa SMA bagaimana cara melakukan berlindung, berlutut dan bertahan (3B). selanjutnya di hari kedua kami melakukan simulasi dan membuat skenario untuk kita ujikan Simulasi dengan cara kita membunyikan serine selama 30 detik dan siswa SMA melakukan 3B, setelah Gempa berhenti mereka keluar dari Lokal dan melakukan evakuasi di tempat titik kumpul.

Kemudian tiap ketua kelas melaporkan kepada kepala sekolah untuk berkoordinasi pendataaan. Dan di hari terakir kami melakukan apel bersama dengan semua unsur OPD sekaligus memperingati 8 tahun gempa dan tsunami pagai selatan pada tahun 2010 lalu,” ungkapnya.

Sementara di lain tempat Kepala SMA Plus Setia, Labita mengatakan, bahwa dengan adanya sosialisasi di sekolah tersebut ia dan jajaran mendapatkan manfaat yang baik dan juga menambah wawasan tentang kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Dan disebutkan, Mentawai sangat berisiko bencana maka selama 3 hari itu siswa di beri kesempatan waktu agar dapat mengikuti kegiatan PRB disekolahnya. Dan, dia juga mengucapkan terima kasih kepada OPD yang telah dapat meluangkan waktu memberikan dukungan tentang kegiatan ini.

“Saya menerima kegiatan ini dengan baik, manfaat yang yang saya peroleh adalah menambah wawasan kami tentang resiko bencana dan pengurangan resiko bencana. Dan saya juga mendapatkan bagaimana cara menangulangi bencana secara tiba-tiba seperti gempa dan tsunami.

Sehingga dengan adanya sosialisasi ini betapa pentingnya pengetahuan ini untuk menghindari resiko bencana. Bahkan ketika ada Video Dokumenter BPBD itu sangat menyentuh sekali apalagi di Video tersebut memperlihatkan Kenangan peristiwa Gempa dan Tsunami 2010 lalu.” bebernya. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional