Menu

Keselamatan Penumpang Diabaikan Terminal Type A Anak Aia

  Dibaca : 112 kali
Keselamatan Penumpang Diabaikan Terminal Type A Anak Aia
BERLARI MELIHAT KERETA API— Pramugara Trans Padang harus turun dari bus untuk melihat KA, apakah melintas di perlintasan KA Simpang Anak Aia, Rabu (26/5). Kondisi jalan yang sempit dan tidak adanya palang kereta api membuat jalur ini rawan kecelakaan setiap harinya.
  • Ujicoba Terminal Anakaia, Trans Padang Wajib Masuk
  • Lewati Perlintasan KA, Tak Ada Petugas, Jalan Sempit

ANAKAIA, METRO–Terminal Type A Anak Aia, sudah mulai diujicobakan. Trans Padang menjadi armada massal yang masuk ke dalam terminal. Namun, ujicoba terminal belum dilengkapi sarana dan prasarana penunjang untuk keselamatan penumpang.

Bus Trans Padang yang harus masuk terminal, harus melewati rel kereta api (KA) yang tidak ada palang otomatis dan jalur jalan yang sangat sempit. Untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan KA, pramugara Trans Padang harus turun naik untuk melihat atau mengecek apakah ada KA yang lewat atau tidakn saat bus massal tersebut melin­tas.

“Harusnya ketika terminal sudah diope­rasio­nal­kan, semua harus leng­kap. Ini coba lihat, jalan masuk terminal di rel ke­reta sa­ngat sempit. Tidak ada juga petugas yang menjaga di perlintasan kereta api. Pa­da­hal sudah ada kejadian bus Trans Padang yang tertabrak kereta bandara di sana, beberapa waktu lalu. Un­tung saja tidak ada korban tewas,” sebut Putri (40), karyawati, yang setiap hari menggunakan armada Trans­ Padang pergi dan pulang kantor.

Ibu dua anak ini me­nga­ku was-was dan kha­watir saat bus melintasi rel KA yang tidak ada pen­jaga­n­ya. Belum lagi, jalur jalan yang sangat sempit. Se­hing­ga ketika bus lewat dan berselisih dengan mo­bil lain di  perlintasan ke­reta, harus saling menga­lah.

“Trans Padang ini be­sar, sementara jalan sem­pit. Kemarin, saat saya lagi di atas Trans, ketika melin­tasi rel, adapula minibus milik BPBD Padang yang lewat. Susah lewat bus jadinya. Seharusnya ini jadi perhatian Dishub. Jika dibiarkan tentu bisa saja terjadi tabrakan. Karena rawan sekali. Ini terkesan, terminal diujicobakan, na­mun keselamatan penum­pang diabaikan,” tukas warga Parupuak Tabing ini kepada POSMETRO, Rabu (26/5).

Sementara,  salah satu penumpang, Yanti (23), mengaku keberatan bus haru­s masuk ter­mi­nal. ­”Saya kira masuk ke terminal belum ada fungsinya, karena bisa naik dan turun di halte saja. Selain itu, akses jalan masuk terminal masih sempit dan perlin­tasan belum memakai pa­lang,” katanya.

Hal senada diung­kap­kan Roni (32),  warga Lu­buk­buaya. Ia menilai ur­gensi masuk terminal be­lum ada. ”Terminal belum berfungsi optimal, selain itu harusnya dibenahi dan diperhatikan dulu sarana prasarana. Jalan masuk terminal itu sempit. Belum lagi, jalan masuk ke Terminal Anak Aia, tidak ada palang perlintasan KA. Jangan sampai ada peris­tiwa kecelakaan lagi di sana,” katanya.

Pantauan POSMETRO, kemarin, ketika akan melin­tasi perlintasan KA, pra­mugara Trans Padang tu­run dan melihat langsung apakah ada KA yang lewat. Hal serupa terjadi untuk bus yang akan masuk terminal dan keluar terminal. Sementara, saat malam hari kawasan terminal ma­sih gelap, karena belum di­lengkapi dengan pene­ra­ngan jalan umum.

Terapkan SOP Khusus

Terpisah, Direktur Uta­ma Perumda Padang Sejah­tera Mandiri (PSM) Popy Ira­wan, mengakui, jika Trans Padang semua kori­dor wajib masuk Terminal Anak Aia. Ini sudah ber­laku, satu hari sebelum le­ba­ran Idul Fitri 1442 Hij­riah lalu.

“Tujuannya masuk terminal secara regulasi seba­gai fungsi terminal, yaitu tempat naik dan turun pe­num­pang telah lengkap di terminal anak aia .Fasilitas pun sudah mencukupi di­sana. Kita telah bekerja­sa­ma dengan BPTD Wila­yah III Sumbar,” kata Popy.

Ia menambahkan, arti­nya Trans Padang masuk map intergasi transportasi massal. “Sejauh ini  baru Trans Padang yang masuk terminal. Kita uji coba baru dua mingguan. Nanti ber­ta­hap angkutan lain ma­suk ke Terminal Anak Aia,” sebutnya.

Disinggung untuk kon­disi akses jalan menuju terminal anak aia yang masih sempit,  Popy menyang­gah, sejauh ini kondisi jalan sudah agak besar sudah cukup akomodif

Ia menambahkan, te­lah menerapkan Standar Operasional Prosedur ( SOP) kepada awak Trans Padang yang melewati per­lin­tasan rel anak aia, ka­rena disinyalir daerah ini  kerap dan rawan kecela­kaan ditabrak ke­reta api.

“Untuk perlintasan KA di Anak Aia kami mene­rapkan SOP paramugara wajib turun untuk memas­tikan kiri dan kanan aman dari kereta api yang melin­tas. Pramugara bilamana tidak turun akan disanksi. Karena ini untuk kesela­matan manusia,” sebut­nya.

Namun, hal lain dikata­kan­nya, saat ini sudah ada terlihat akan di bangun pos perlintasan di simpang Anak Aia.

“Sebentar lagi akan selesai dibangun per­lin­tasan yang ada petugas disana itu bahagian komit­men Balai KAI dan Dishub. Intinya, PSM mensuport Trans Padang berintegrasi me­nga­tasi masalah kema­cetan,” imbuhnya.

Sementara itu, penga­mat Transportasi Universitas Andalas (Unand) Pur­nawan mengatakan, terkait Terminal Anak Aia, salah satu masalah dalam peng­operasianya ialah akses jalan  yang masih sempit dan rel perlintasan yang saat ini belum ada palang KA.

“Untuk menghindari terjadinya masalah kema­cetan di ruas jalan masuk terminal, pemerintah se­baik­nya segera mela­kukan pelebaran jalan masuk terminal,” kata Dosen Fakul­tas Teknik Unand ini.

Ketua Masyarakat Trans­portasi Indonesia (MTI) Wilayah Sumbar ini menambahkan, jika Terminal Anak Aia dioperasikan sangat mungkin arus lalu lintas disimpang lokasi tersebut menjadi tinggi.

“Sehingga konflik arus lalu lintas akan meningkat, sehingga simpang ter­se­but perlu dipasang lampu lalu lintas untuk mengatur pergerakan ken­daraan. Sedangkan di persim­pa­ngan jalan kereta api, perlu dipasang pintu pagar pe­nga­man otomatis, agar per­gerakan lalu lintas yang tinggi dapat menjadi aman dan lancar,” pungakasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional