Menu

Kesal, Sekuriti Tusuk Siswa SMK Dua Lubang

  Dibaca : 1103 kali
Kesal, Sekuriti Tusuk Siswa SMK Dua Lubang
Penjaga perbatasan foto bersama usai merayakan Idul Fitri di posko masing-masing.

Pembunuhan - dibunuh
PESSEL, METRO–Seorang siswa kelas XI di SMKN I Tarusan, Sawah Liek, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan tusukan dua liang di bagian pinggangnya oleh sekuriti (pengamanan) sekolah, Sabtu (10/10) pagi. D, sekuriti berusia 28 tahun mengamuk di sekolah, lantaran orang tua siswa itu menolak saat dirinya ingin membangun kandang sapi di sebelah warung milik orangtuanya.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, korban yang bernama Fandi (17), warga Kampung Duku Lua, Kelurahan Duku Selatan, Kecamatan XI Tarusan ini harus terbaring lemah dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah mendapatkan luka tusuk di pinggul dan pinggangnya.

Menurut penuturan orang tua korban, Nurliani (49), sebelum kejadian, pelaku sempat mengamuk di kedai miliknya yang tidak jauh dari sekolah. Saat itu, dia sempat memecahkan gelas dan piring yang ada sambil menanyakan keberadaan korban. Dia mengamuk dan memegang pisau dapur yang sudah berkarat.
”Takut menjadi korban, saya hanya diam saja pak. Namun, saya menyayangkan anak saya yang menjadi korban. Saya tak terima dan ingin pelaku segera ditangkap,” katanya.

Nurliani mengakui yang menjadi latar belakang kejadian tersebut adalah adanya persoalan antara dirinya dan pelaku. Sebelum kejadian, pelaku berencana akan mendirikan kandang sapi di sebelah kedai miliknya. Tapi, keinginannya ditolak mentah-mentah oleh Nurliani. Alasannya, pendirian kandang itu akan mematikan usahanya.

”Memang pelaku telah menyewa tanah tersebut, namun untuk dijadikan kandang sapi. Saya pasti keberatan pak. Sebab tak mungkin orang makan di samping kandang sapi. Dan saya menegurnya, namun dia tetap bersikeras. Makanya saya beritahu pemilik tanah,” ujar Nurliani kepada petugas.

Ternyata, permintaan Nurliani dikabulkan oleh pemilik tanah yang akhirnya mengurungkan penjualan tanah serta mengembalikan uang yang sudah diberikan oleh pelaku.

”Mungkin karena itu dia tidak terima dan langsung mengamuk di kedai saya. Tapi, kok anak saya yang menjadi korban,” jelasnya.

Kapolres Pessel, AKBP Deni Yuhasdi melalui Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Edi Yunasli mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban dengan nomor: LP/89/X/2015/Sek Tarusan pada Sabtu (10/10) lalu terkait kasus penganiayaan dan saat ini masih dalam tahap lidik.

Menurut pengakuan orang tua korban, pelaku sempat mengamuk di kedainya yang berada di dalam lingkungan sekolah. Sempat menendang-nendang semua perlengkapan yang ada di kedai. Dengan wajah garang dan menghunus pisau, pelaku pun menanyakan keberadaan Fandi.

Setelah mengetahui keberadaan Fandi, masih dengan menghunus pisau dapur, pelaku kemudian mendatangi kelas tempat di mana korban belajar. Dia pun memanggil korban keluar dari kelasnya sambil menantang dan berkata kasar. Korban yang tidak tahu pelaku akan membahayakan nyawanya kemudian keluar dari kelas dan menemui pelaku.

”Tak sempat bicara dan bertanya, pelaku langsung menikam korban di bagian pinggul sebelah kiri dengan menggunakan pisau. Korban langsung kesakitan. Tak cukup sekali tikam, pelaku kemudian mencoba menikam perut korban, namun berhasil ditangkis oleh korban,” tutur Kapolsek.

Emosi serangannya  ditangkis, pelaku kembali nelayangkan pisau tersebut ke perut korban dan kembali dielakkan korban. Korban yang pinggangnya sudah mengeluarkan darah kemudian berusaha kabur, namun tetap dikejar oleh pelaku.
Sejumlah siswa lainnya yang masih berada di sekolah hanya bisa diam melihat tindakan sekuriti itu.

Untung saja, kepala sekolah yang kebetulan melihat kejadian itu langsung berusaha melerai. Melihat ada yang datang, pelaku melarikan diri dan meninggalkan Fandi bersimbah darah. Kepala sekolah pun sempat berusaha mengejar pelaku, tapi dia sudah menghilang duluan dan setelah itu melarikan korban ke Puskesmas terdekat.

Akibat kejadian tersebut, korban harus mendapatkan jahitan di bagian pinggulnya untuk menutup luka akibat pisau tersebut. Sementara, ibu korban yang tidak terima atas kejadian itu, langsung melapor ke Polsek Koto XI Tarusan dengan harapan pelaku segera ditangkap. Korban telah dimintai keterangan oleh penyidik dan memang korban mengalami luka pada pinggang sebelah kiri.

”Permintaan visum juga sudah dilakukan untuk melengkapi berkas dan malam ini kita akan menjemput pelaku,” pungkas Kapolres. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional