Menu

Kesal Dompet Anak Hilang dari Mobil, Monok Bunuh Teman di tepi Jalan Manunggal, Kecamatan Lubuk Kilangan

  Dibaca : 431 kali
Kesal Dompet Anak Hilang dari Mobil, Monok Bunuh Teman di tepi Jalan Manunggal, Kecamatan Lubuk Kilangan
TIKAM TEMAN— Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir melakukan jumpa pers terkait penangkapan Warjono alias Monok yang melakukan penikaman terhadap temannya hingga tewas.

PADANG, METRO–Emosi lantaran dompet anaknya hilang dari laci mobil, Warjono alias Monok (37) sempat cekcok dengan temannya yang sempat menumpang di mobilnya hingga berujung maut. Menggunakan sebilah pisau, Monok pun langsung menikam temannya tepat di bagian dada.

Seketika, korban yang diketahui bernama Amanto (41) tersungkur bersimbah darah dan meninggal dunia, sedangkan pelaku Monok langsung melarikan diri. Peristiwa itu terjadi di tepi Jalan Manunggal, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Selasa (29/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun, Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang yang mendapatkan laporan adanya kasus pembunuhan tersebut, langsung bergerak melacak keberadaan pelaku Monok. Tak butuh waktu lama, Rabu (30/6), Tim Klewang pun berhasil menangkap Pelaku Monok di daerah Danau Kembar, Kabupaten Solok.

Hanya saja, ketika dilakukan penangkapan, pelaku Monok berusaha melarikan diri dan melawan kepada tim pemburu penjahat itu. Padahal, petugas sudah berupaya memberikan tembakan peringatan, tetapi tak diindahkan oleh pelaku, sehingga memaksa petugas memberikan tembakan di kakinya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir didampingi Kasatreskrim Kompol Rico Fernandaa mengatakan, korban dan pelaku memang sudah saling kenal. Sebelum terjadinya aksi penikaman itu, korban sempat menumpang dengan mobil korban. Pertikaian kemudian terjadi berawal dari persoalan hilangnya dompet anak pelaku.

“Tersangka mengaku dompet milik anaknya di laci mobil yang berisi uang Rp1 juta hilang. Hal tersebut diketahui setelah tersangka sampai di rumahnya dan dan menuduh korban,” kata Imran saat jumpa pers di Polresta Padang, Kamis (1/7).

“Korban menumpang di mobil pikap pelaku dengan tujuan yang sama yaitu menuju kawasan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Sesampainya di sana, korban turun dari mobil tersebut sedangkan pelaku melanjutkan perjalan pulang ke rumah orang tuanya di daerah Sako, Batu Gadang,” kata Kombes Pol Imran.

Sesampai di rumah orang tuanya, dijelaskan Kombes Pol Imran, pelaku mencek barang-barang yang ada di dalam mobilnya tersebut dan ternyata dompet milik anaknya yang disimpan di laci mobil tersebut sudah tidak ada lagi.

“Pelaku curiga yang mengambil dompet tersebut adalah korban. Kemudian pelaku mencari keberadaan korban. Namun, sebelum mencari korban, pelaku sudah menyiapkan satu bilah pisau dapur yang panjangnya sekitar 15 cm.  Kemudian tersangka bertemu dengan korban di tepi Jalan Manunggal, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan,” ujar Kombes Pol Imran.

Setelah bertemu, dikatakan Kombes Pol Imran, pelaku menanyakan kepada korban tentang dompet tersebut, karena korban tidak mengakui sehingga terjadilah cekcok. Saat itulah, pelaku merasa kesal dan langsung menusukkan pisau yang telah disiapkannya itu sebanyak satu kali tusukan ke dada korban sehingga korban terjatuh ke tanah dan tewas bersimbah darah.

“Usai melihat korban terjatuh dan tewas, tersangka segera pergi dari lokasi tersebut guna melarikan diri ke daerah Danau Kembar Kabupaten Solok  yang menjadi lokasi pelarian akhirnya sebelum dibekuk oleh tim Klewang dalam waktu 1×24 jam tepatnya Rabu (30/6) malam,” ujar Kombes Pol Imran.

Kombes Pol Imran menuturkan, pelaku ketika ditangkap melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Petugas pun terpaksa menembak kaki pelaku dan kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Jadi motif pelaku adalah karena merasa kesal terhadap korban yang tidak mengakui mengambil dompet tersebut, makanya pelaku menusukkan pisau ke arah dada korban tersebut sebanyak satu kali tusukan. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUH Pidana Jo Pasal 354 ayat (2) Jo Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana,” tutupnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional