Menu

Kerusuhan Pecah Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Batu Dibalas Gas Air Mata

  Dibaca : 100 kali
Kerusuhan Pecah Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Batu Dibalas Gas Air Mata
Tolak UU Cipta Kerja— Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI) melakukan unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, di area Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

JAKARTA, METRO
Kerusuhan pecah setelah Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI) menyelesaikan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, di area Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Kekacauan bermula saat sejumlah remaja mulai memprovokasi petugas. Kemudian mereka berupaya merusak kawat berduri yang menjadi pembatas antara massa dan polisi. Setelah itu massa melempari petugas dengan batu sebesar kepalan tangan. Mereka juga melempar botol plastik dan kaca ke arah petugas

Awalnya kepolisian, tidak banyak merespons tindakan massa remaja. Mereka hanya menggunakan tameng untuk mencegah agar tidak terkena lemparan. Namun, pelemparan batu makin menjadi-jadi. Barisan kepolisian mulai mundur.

Polisi lalu membalas aksi pelemparan dengan tembakan gas air mata. Hal itu yang membuat massa kocar-kacir. Kemudian, polisi tampak menangkap beberapa massa remaja yang berencana kabur. Mereka diamankan dan dikumpulkan di area dekat Patung Kuda. Diduga massa yang melakukan pelemparan ke anggota kepolisian itu berbeda kelompok dengan ANAK NKRI.

Pasalnya, massa yang melakukan pelemparan memiliki pakaian yang berbeda dengan ANAK NKRI. Selain itu, ANAK NKRI selesai melaksanakan aksi sekitar pukul 15.30 WIB. Di sisi lain, massa remaja melempar petugas sekitar 15.45 WIB.

Ratusan Orang Diamankan
Sebelumnya, polisi mengamankan ratusan pelajar dan pengangguran di beberapa titik di Kota Tangerang. Mereka diamankan karena hendak ikut demo menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

“140 remaja, rata-rata anak sekolah dan pengangguran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Selasa (13/10).

Petugas kemudian mengamankan pemuda dan pelajar tersebut ke Mako Polres Metro Tangerang Kota untuk didata dan diberi pembinaan. Polisi juga memintai keterangan kepada para pemuda dan pelajar tersebut soal siapa yang mengajak mereka untuk berunjuk rasa.

Polda Metro Jaya sebelumnya juga mengamankan hingga 1.192 orang yang terlibat bentrokan dan perusakan fasilitas umum pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Total 1.192 pengunjuk rasa yang diamankan tersebut terdiri atas 166 mahasiswa, 570 pelajar, 161 buruh dan elemen masyarakat lainnya sebanyak 295 orang. Setelah melakukan gelar perkara, pihak kepolisian akhirnya menetapkan sebanyak 54 orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan terhadap 28 orang.

Sedangkan sisanya tetap menyandang status tersangka namun tidak ditahan karena masih berstatus pelajar di bawah umur. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional