Menu

Kerumunan Warga saat Ambil BST, DPRD Harap Penyaluran Dikaji Ulang

  Dibaca : 710 kali
Kerumunan Warga saat Ambil BST, DPRD Harap Penyaluran Dikaji Ulang
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri

Sawahan,Metro
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri menilai, banyaknya warga mendatangi kantor pos untuk menjemput Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat sangat melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah ditetapkan.

Selain itu, ia mengharapkan adanya pengkajian ulang proses penyalurannya ini. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona. “Penyaluran BST dengan rekening kan bisa, jika petugas pos terkendala biaya operasionalnya atau susah cari alamat penerima,” ujar kader Demokrat, Rabu (13/5).

Ia meminta kepada pemerintah untuk menyamakan persepsi dalam penyaluran BST, agar masalah baru tak timbul dan keamanan terwujud. “Wali Kota harus sampaikan hal ini pada provinsi. Sebab jika tetap dilaksanakan berarti kita mengumpulkan massa dan kerumunan akan terjadi,” ucap Anggota Komisi II DPRD Padang ini.

Selanjutnya terang Surya, penerima bantuan yang ada itu, banyak tak sesuai by name by addres atau tidak tepat sasaran. Sehingga ini menjadi polemik bagi warga dan warga sebagian melaporkan apa yang terjadi sekarang.

“Kita berharap pemko dapat mencarikan solusinya. Jika perlu perangkat RW, RT disuruh jemput bola KK ke warga. Supaya masalah yang ada clear dan perselisihan tak terjadi lagi,” paparnya.

Kemudian ungkapnya, kepada warga yang belum dapat, untuk tak menyalahkan pihak manapun dan bersabar dalam menghadapinya. “Jika gelombang berikutnya masih bisa diusulkan, RW, RT harus ajukan KK ke atas,” paparnya.

Sebelumnya, BST yang diberikan oleh Kementerian Sosial di Kota Padang dibanjiri warga yang hendak mendapatkan bantuan uang di kantor Pos di Jalan Bagindo Aziz Chan.

Warga yang hendak mendapati bantuan tunai tersebut harus berdesak-desakan mengambil nomor antrean yang disediakan oleh Pos Indonesia. Padahal saat ini, kerumunan warga tidak diperbolehkan berkumpul mengingat maraknya virus corona atau Covid-19 yang merajalela.

Namun hal tersebut sepertinya tidak diindahkan oleh beberapa warga Kota Padang yang membutuhkan bantuan tersebut. Warga tetap saja betah berdesak-desakan meski itu dilarang. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional