Menu

Keruk Aliran Sungai, Tambang Emas Ilegal Digerebek

  Dibaca : 580 kali
Keruk Aliran Sungai, Tambang Emas Ilegal Digerebek
PERIHATKAN BUKTI— Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus Kompol Bendot Dwi Prasetio memperlihatkan barang bukti emas hasil penambangan ilegal yang digerebek.

PADANG, METRO
Menindaklanjuti keresahan warga, Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menggerebek tambang emas tak berizin alias ilegal yang baru beroperasi selama sepekean di aliran sungai Pamong Gadang, Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan.

Ketika digerebek, petugas mengamankan tiga orang berinsisial WP (27) yang bertindak sebagai pengawas lapangan. Kemudian pelaku YH (20) sebagai operator alat berat dan I (37) pendulang emas. Sementara, pemodal berinisial K yang diketahui sudah melarikan diri masih terus diburu petugas.

Selain tiga orang itu, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit alat berat, mesin dompeng dan alat penyaring tambang serta dua unit telepon genggam. Kemudian ada monitor, emas urai seberat 12,56 gram, timbangan digital dan satu jeriken berisi solar.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, saat dilakukan penggerebekan, petugas menemukan tambang emas ilegal tersebut sedang beroperasi. Alat berat bertugas mengeruk material yang mengandung emas di aliran sungai dan mesin dompeng untuk mendulang emas.

“Ketiga pelaku tertangkap tangan sedang melakukan penambangan di aliran sungai Pamong Gadang Jorong Nagari Lubuk Gadang. Selasa (5/5) sekitar pukul 00.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, aktifitas tambang ilegal itu sudah beroperasi selama satu minggu dan sudah menghasilkan emas,” kata Kombes Pol Satake.

Sementara itu Kasubdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumbar Kompol Bendot Dwi Prasetio menjelaskan. awal pengungkapan kasus ini karena adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di lokasi tersebut terjadi aksi tambang ilegal. Pihaknya langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan ternyata benar ada aksi tersebut.

“Kita sengaja menurunkan tim pada malam hari agar tidak diketahui masyarakat dan langsung kita tangkap ketiga orang itu. Ketiga pelaku sudah dibawa ke Polda Sumbar untuk diperiksa lebih lanjut sementara barang bukti berupa alat berat dititipkan di Polsek setempat,” kata Kompol Bendot.

Terkait pemodal, Kompol Bendot menegaskan, pihaknya sudah mengantongi identitasnya yaitu berinisial K. Pihaknya, berkomitmen untuk memberantas aktifitas tambang ilegal hingga ke akar-akarnya. Karena, akibat kegiatan itu, sangat merusak lingkungan.

“Mereka sudah beroperasi selama seminggu. Untuk penggunaan air raksa atau merkuri tidak ditemukan, lantaran mereka sistemnya mendulang. Pelaku disangkakan pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 2009 Tentang Penambangan, Mineral dan Batu Bara juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional