Close

Keroyok Teman Sekolah hingga Tewas, Empat Siswa SMKN 2 Payakumbuh Divonis 3 Tahun Penjara

Rahimul Huda Rizki Juru Bicara PN Payakumbuh

PAYAKUMBUH, METRO–Hakim Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh menjatuh­kan vonis empat dari lima orang terdakwa kasus penge­royokan terhadap seorang sis­wa SMK di Payakumbuh de­ngan hukuman 3 tahun penjara. Sementara berkas satu ter­dakwa lainnnya hingga kini masih belum dilim­pah­kan ke PN Paya­kum­buh.

Keempat terdakwa yang dijatuhi vonis ter­sebut BH (17), RN (16), MA (16) dan JA (17) sedangkan satu tersangka lainnya AM (18) sudah berusia dewasa, belum dilimpahkan ke pe­ngadilan. Vonis keempat terdakwa itu dibacakan Hakim tunggal, Alfin, Jumat (4/3) di ruang sidang secara tertutup.

Vonis hakim 3 tahun penjara jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu 5 tahun 6 bulan penjara. Ha­nya saja, berdasarkan per­timbangan hakim yang men­jatuhi vonis lebih ren­dah, karena hal meri­ngan­kan para terdakwa karena terdakwa masih berstatus anak di bawah umur dan para terdakwa telah me­nyesali perbuatan dan ber­janji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sementaram, Hakim menilai beberapa hal yang memberatkan para ter­dakwa, perbuatan tersebut meresahkan masyarakat, korban meninggal dunia serta tidak mencerminkan sebagai pelajar atau siswa.

“Perkara pengeroyo­kan yang melibatkan anak-anak beberapa waktu lalu telah divonis. Keempat terdakwa divonis masing-masing tiga tahun,” sebut Ketua PN Payakumbuh, Kurniawan Widjonarko me­la­lui juru bicara, Rahi­mul Huda Rizki, Rabu (9/3) kepada wartawan di PN Payakumbuh.

Rahimul Huda Rizki me­nambahkan, atas putusan itu, JPU maupun terdakwa diberi waktu se­lama tujuh hari untuk me­nentukan sikap dan sejauh ini belum ada yang me­ngajukan banding.

“Memang sebelumnya keempat terdakwa dituntut 5 tahun 6 bulan oleh JPU Kejaksaan Negeri Paya­kumbuh karena melanggar Pasal 170 KUHP. Namun, setelah beberapa per­tim­bangan oleh Hakim, ter­dakwa anak ini dijatuhi vonis yang lebih ringan dibandingkan tuntutan Jak­sa,” tutupnya.

Sebelumnya diberi­ta­kan, seorang siswa SMK Ne­geri 2 Payakumbuh ber­na­ma Habis Fahri (20), warga Kelurahan Padang Datar Tanah Mati, Keca­matan Payakumbuh Barat meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sejumlah teman satu sekolahnya.

Akibat kejadian itu, kor­ban yang sempat  menja­lani perawatan medis di RSUP Achmad Muchtar Bukittinggi meninggal du­nia. Dengan bergerak ce­pat akhirnya polisi menga­mankan lima orang ter­sang­ka dengan rincian, empat orang masih diba­wah umur dan satu orang sudah dewasa. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top