Menu

Keroyok Prajurit TNI saat Konvoi, 4 Anggota Klub Moge jadi Tersangka dan Ditahan

  Dibaca : 220 kali
Keroyok Prajurit TNI saat Konvoi, 4 Anggota Klub Moge jadi Tersangka dan Ditahan
Klub Motor Gede (moge) Harley-davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Bukittinggi karena kasus penganiayaan terhadap anggota TNI yang viral di media sosial

BUKITTINGGI, METRO
Aksi pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI Kodim 0304/Agam oleh rombongan konvoi klub motor gede (moge) Harley-davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi berbuntut panjang. Apalagi, video pengeroyokan itu sempat viral di media sosial.

Satreskrim Polres Bukittinggi yang menindaklanjuti laporan dari kedua korban (prajurit TNI) yang menjadi korban pengeroyokan, sudah menetapkan empat orang anggota klub moge itu sebagai tersangka. Meski klub moge itu telah menyampaikan permintaan maaf, kasus penganiayaan ini tetap diproses. Bahkan, keempat tersangka sudah ditahan di sel Polres Bukittingi.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, setelah menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi dan korban terkait adanya aksi pengeroyokan. Awalnya, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, namun setelah pemeriksaan lanjutan, ditetapkan lagi dua tersangka baru.

“Kita sudah periksa sembilan saksi, dua korban dan empat tersangka. Salah satu tersangka masih berstatus anak di bawah umur dan pelajar sehingga disebut anak berkonflik dengan hukum (ABH). Keempat tersangka ditahan di sel Polres Bukittinggi,” kata AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution, Minggu (1/11).

Dijelaskan AKBP Dody Prawiranegara, dua orang yang pertama ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan itu yakni seorang B (18) dan MS (49). Keduanya pun langsung dilakukan penahanan badan dengan sejumlah barang bukti berupa satu helm dan dua pasang sepatu.

“Setelahnya, ada dua tersangka baru berinisial HS alias A (48) dan JAD alias D (26) . Penambahan tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik terhadap anggota HOG Siliwangi Bandung Chapter,” jelas AKBP Dody Prawiranegara.

Dikatakan AKBP Dody Prawiranegara, tersangka HS alias A melakukan pemukulan terhadap korban Serda M sebanyak tiga kali. Ini berdasarkan keterangan dari saksi dan dikuatkan dengan video yang kami dapat dari CCTV toko di sekitar lokasi kejadian.

“Sama halnya dengan tersangka JAD alias D, berdasarkan keterangan dari saksi melakukan pemukulan terhadap korban Serda M dan Y. Ini juga dikuatkan oleh video CCTV yang didapat dari toko di tempat kejadian perkara,” tambah AKBP Dody Prawiranegara.

AKBP Dody Prawiranegara menegaskan, terhadap pengendara moge yang ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 170 KUHPidana Jo pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. “Atas perbuatannya itu para tersangka terancam pidana dengan ancaman lima tahun penjara,” tegasnya.

Seperti diketahui, mencuatnya aksi arogan klub moge itu ke publik berawal dari sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video itu disebut kejadian di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Jumat (30/10), sekitar pukul 16.40 WIB. Korban merupakan dua Anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam. Sementara terduga pengeroyokan merupakan rombongan pengendara motor Harley Davidson.

Kronologi yang dirilis Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Letjen TNI Dodik Widjanarko membeberkan, kasus bermula saat dua anggota TNI berpangkat Serda sedang bertugas dan tidak mengenakan pakaian dinas yakni M Yusuf dan Mistari melintasi Jalan Dr Hamka Kota Bukittinggi dengan satu sepeda motor. Mereka menepikan kendaraan karena di saat bersamaan konvoi moge melintas.

Singkat cerita, sejumlah moge yang terpisah dari rombongan kembali datang dari arah belakang sepeda motor Serda Mastari dan Serda Yusuf. Moge itu pun tiba-tiba menyalip dan menggeberkan gasnya ke arah sepeda motor dua Anggota TNI itu, hingga mereka oleng dan hampir jatuh dari kendaraan yang ditumpanginya.

Mendapatkan perilaku arogan dari para pengguna moge, kemudian Serda Mastari dan Serda Yusuf mengejar pelaku dan menegur para riders yang menunjukkan arogansinya di jalan raya itu. Nahas, setelah berhasil menghentikan rombongan Harley Davidson, justru Serda Mastari dan Serda Yusuf dikeroyok oleh para komunitas moge tersebut.

Akibatnya, dua prajurit tersebut mengalami luka lebam dan memar di bagian bibir, leher, perut hingga kepala. Kasus itu pun berlanjut hingga pelaporan yang dibuat oleh kedua TNI tersebut di Polres Bukittinggi dan korbanpun melakukan visum di RS Stroke Nasional Bukittinggi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional