Menu

Keroyok dan Peras Korbannya, 12 Preman Jembatan Baru Dharmasraya Ditangkap

  Dibaca : 1316 kali
Keroyok dan Peras Korbannya, 12 Preman Jembatan Baru Dharmasraya Ditangkap
Ilustrasi Pengeroyokan

DHARMASRAYA, METRO – Setelah melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pulau Punjung menangkap 12 orang pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pemerasan dua pemuda yang sedang asik nongkrong di Jembatan Baru Cable Stayed Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Mirisnya, dari 12 pelaku yang ditangkap, sembilan orang pelaku masih berstatus dibawa umur dan besrstatus pelajar. Ke 12 pelaku dikettahui berinsial MA (19), KL (19), GP (19), PP (16), PRS (17), AZI (16), OP (17), YK (16), RGL (16), TGH (15), RMJ (15), dan TMPD (15) diamankan di kediamannya masing-masing.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir melalui Kapolsek Pulau Punjung IPTU Helmi mengatakan usai menerima laporan dari korban penganiayaan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi, hingga identitas pelakunya terungkap.

“Ada 12 orang pelaku telah kita amankan yang terlibat kasus penganiayaan. Sembilan orang masih dibawah umur dan tiga orang sudah dewasa. Mereka sudah mengakui perbuatannya. Terhadap anak yang dibawah umur, proses hukumnya berbeda dengan yang sudah dewasa. Saat ini mereka sudah kita tahan,” kata IPTU Helmi, Kamis (27/6).

IPTU Helmi menjelaskan selama Jembatan Baru Cable Stayed Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya dibuka, pihaknya sudah menerima dua laporan dari warga, yakni laporan penganiayaan dan juga kasus pemerasan. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku inilah yang melakukan kejahatan di kawasan tersebut.

“Kejadian pertama dialami warga Sikabau yang menjadi korban pemerasaan dan penganiyaan oleh para pelaku. Kemudian peristiwa yang kedua kasus penganiayaan, dialami dua orang pemuda warga Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Tomi (18) dan Yopi (21), yang harus dirawat di rumah sakit,” ungkap IPTU Helmi.

IPTU Helmi menjelaskan untuk memberikan efek jera, pihaknya akan tetap melanjutkan kasusnya sesuai dengan undang-undang perlindungan anak. Terhadap para pelaku akan dijerat pasal 368 KUHP ayat 1 mengatur tentang pemerasan dan pengancaman dengan ancaman pidana kurungan maksimal 9 bulan dan bulan.

“Kita juga menjerat pelaku pasal 351 KUHP ayat 1 tentang penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Kedepan, kita akan terus melakukan pengawasan di lokasi itu dengan berpatroli rutin mengantisipasi tindak kejahatan,” ujar IPTU Helmi didampingi Kanit Reskrim IPDA Welly Wahyudi.

Sepi Pengunjung

Sejak adanya persitiwa yang sangat meresahkan masyarakat Sungai Dareh ini berdampak berkurangnya pengunjung yang ingin berwisata ke Jembatan Baru Cable Stayed Sungai Dareh yang disebut-sebut sebagai ikon Kabupaten Dharmasraya. Menurunnya pengunjung, disebabkan masyarakat takut datang ke sana.

Adri (33) penjual buah segar keliling mengatakan sejak ada yang dianiaya dan diperas, pengunjung yang datang ke jembatan baru sudah jauh berkurang.

“Saat ini pengunjung sangat sepi, dibandingkan dengan sebelum terjadinya kasus pengeroyokan,” ungkap Adri saat ditemui dilokasi. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional