Close

Keroyok Anggota Brimob, 5 Orang jadi Tersangka, Mantan Kiper Semen Padang FC Berstatus Saksi

DIAMANKAN— Mantan Kiper Semen Padang FC yang kini merumput di PSIS Semarang, Jandia Eka Putra (35) memberi keterangan sebagai saksi di Polresta Padang terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Brimob di Pasir Jambak.

PADANG  METRO–Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik Satres­krim Polresta Padang menetapkan  lima orang ter­sangka terkait kasus pengeroyokan seorang anggota Brimob yang ter­jadi di Ka­wasan Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Kota Tangah pada, Minggu (8/5) lalu.

Dalam kasus penga­nia­yaan secara bersama-sama itu, sempat menyeret nama mantan penjaga gawang Semen Padang FC Jandia Eka Putra yang saat ini membela klub PSIS Sema­rang. Namun, Jandia Eka Putra saat ini masih ber­status saksi bersama empat orang lainnya.

Hal tersebut disam­pai­kan oleh Kasatreskrim Pol­resta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra, Selasa (10/5). Namun dari lima orang tersangka ini, tidak masuk nama Jandia Eka Putra sendiri yang dalam hal ini masih berstatus saksi.

“Hingga saat ini sta­tusnya Jandia masih saksi, karena berdasarkan kete­rangan saksi, buktinya masih lemah untuk terlibat dalam dugaan pengania­yaan tersebut,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, hasil pemeriksaan, Jandia, me­ngaku hanya melerai. Na­mun, terkait pengakuan itu, pihaknya akan tetap men­cari saksi tambahan dari luar yang diamankan se­belumnya.

“Jandia memang me­megang korban, tapi kla­rifikasi dia untuk melerai. Jadi dipegangnya dan di­rang­kul untuk melerai. Ini keterangan sementara dari saksi dari mereka, saksi dari luar yang kami kesu­litan mencari,” paparnya

Dedy menyebutkan, hingga Senin malam (9/5) Jandia Eka Putra masih diperiksa oleh penyidik di Polresta Padang. “Saat ini telah dipulangkan oleh penyidik karena statusnya saksi,” ujarnya.

Dijelaskan Dedy, terkait lima tersangka yang dite­tapkan, dua di antaranya merupakan anak yang ber­ha­dapan dengan hukum (ABH).

“Mereka diduga telah melakukan tindak pidana di muka umum bersama-sama melakukan kekera­san terhadap orang,” ka­tanya.

Ia menyebutkan, lima tersangka tersebut ma­sing-masing berinisial SR (48), DW (32), DWP (27), ME (17), dan FK (13).

“Kita telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dewasa. Semen­tara dua ABH tidak dita­han,” ujarnya.

Seperti diberitakan se­belumnya, Kasatreskrim Pol­resta Padang Kompol Dedi Ardiansyah Putra mem­beberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dila­kukan Jandia Eka Putra (35).

Jandia Eka Putra dike­tahui merupakan mantan penjaga gawang Semen Padang FC yang kini mem­bela PSIS Semarang.

Menurutnya, tindakan du­gaan penganiayaan ter­jadi di kawasan objek wi­sata Pantai Pasir Jam­bak, Kota Padang, Minggu (8/5) kemarin.

Saat itu, korban yang merupakan personel Bri­mob Polda Sumbar dan keluarganya berwisata di Pantai Pasir Jambak.

Di saat bersamaan, Jan­dia dan beberapa orang lainnya bermain sepakbola di lokasi yang sama. Saat itu, lanjutnya, ia dengan anaknya di pantai bermain pasir.

“Lalu datang pemuda main bola, satu tim 5 orang. Jadi main bola hampir me­ngenai keluarganya ,” je­lasnya.

Selanjutnya, personel Brimob tersebut menegur sebanyak dua kali dan ter­jadi perang mulut hingga berujung pemukulan.

Diketahui, personel Bri­mob Polda Sumbar yang mendapat pemukulan dike­tahui berpangkat Briptu bernama Fauzi. “Personel ini mengalami luka memar di pipi dan goresan,” ujar­nya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top