Close

Kerja Sama untuk Mendukung Perekonomian, Sumbar-Riau Tandatangani Tiga Perjanjian

TANDA TANGAN— Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menandatangani kerja sama dengan Pemrov Riau.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pro­vinsi Riau menandatangani tiga perjanjian kerjasama dalam upaya mendukung perekonomian gu­na meningkatkan kesejahteraan masyarakat dua daerah. Tiga perjanjian kerjasama itu masing-ma­sing antara Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura Sumbar dengan Dinas Pangan Perkebungan dan Holtikultura Riau terkait Pengelolaan Pertanian, Tanaman Pa­ngan dan Holtikultura dua daerah. Kemudian kerja­sama Dinas Pangan Sumbar dengan Dinas Pangan Perkebunan dan Holtikultura Riau terkait distribusi serta ketersediaan pa­ngan. Dan kerjasama an­tara Satpol PP dua daerah terkait penegakan Perda serta Peraturan Kepala Daerah untuk menjaga ketertiban umum di daerah perbatasan.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi dihubungi dari Padang, Sabtu (13/11) me­ngatakan kerjasama yang dijalin adalah bentuk keseriusan untuk pengoptima­lisasi pengelolaan potensi daerah untuk mendukung pembagunan daerah dan kesejahteraan masya­ra­kat. Pembagian sebagian kewenangan pusat ke dae­rah telah memberikan kewenangan luas bagi dae­rah untuk menggali potensi dan sumber pendapatan untuk mendukung implementasi urusan pemerintahan secara optimal. Namun menyerahan sebagian kewenangan itu masih dibayangi persolan kualitas dan kuantitas sumber daya di daerah baik dari segi SDM aparatur maupun anggaran. Karena itu dae­rah harus bisa berfikir kreatif dan inovatif untuk mencarikan solusi, salah satu strategi adalah dengan mengembangkan pola partisipasi, kerjasama dan kemitraan.

Urgensi penyelenggaraan kerjasama antara daerah berbatasan juga didorong dinamika masya­ra­kat yang semakin tinggi yang tidak hanya terbatas dalam daerah tetapi telah merambah lintas provinsi. “Kerjasama adalah keniscayaan dalam manajemen pemerintahan di ma­sa yang akan datang karena setiap daerah memiliki kelebihan dan kekura­ngan masing-masing,” ujar­nya.

Hal itulah yang menjadi titik tolak kerjasama sebagai solusi efektif dalam menyelesaikan persoalan itu dalam mendukung per­kembangan perekonomian dua daerah. Dengan de­mikian masing-masing da­erah bisa melengkapi ke­kurangan daerah dengan memanfaatkan kelebihan daerah berdekatan. “Ke depan diharapkan kerjasama ini bisa ditingkatkan lagi di berbagai bidang lainnya,” katanya.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar mengatakan daerah itu memiliki potensi migas kehutanan dan perkebunan seperti karet, kelapa, jagung dan industri hasil kehutanan. Sesuai RPJMD Riau 2021-2026 ada sejumlah prioritas yang dilakukan diantara­nya meningkatkan program SDM, infrastruktur, industri, perekonomian dan pariwisata. “Kita percaya ke depan kerjasama akan terus bisaberada da­lam konteks ini. Apalagi kita akan dihubungkan ja­lan tol sehingga akses men­j­adi lebih baik,” ujar­nya.

Ia berharap kerjasama tersebut bisa membawa kemajuan bagi masyarakat dua daerah dan percepatan pembangunan. Dalam kesempatan itu ia juga mendorong pengemba­ngan pelabuhan Teluk Ta­pang, Pasaman yang berdekatan dengan salah satu Kabupaten di Riau yaitu Rokan Hulu.  “Kami juga akan ikut mendorong agar pelabuhan itu bisa dimanfaatkan 2024 sehingga ma­syarakat Rokan Hulu juga bisa mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Penandatanganan ke­sepakatan bersama dan perjanjian kerjasama an­tara pemerintah Provinsi Riau dan Sumbar digelar di Gedung Daerah Balai Se­rindit, di Kediaman Gubernur Riau, Jumat (12/11).  Turut hadir pada acara itu, wakil Gubernur Riau dan jajaran OPD lingkup pemerintah Riau serta jajaran OPD pemerintah provinsi Sumbar.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top