Menu

Kerja Keras Tekan Penularan Covid-19 di Kota Padang, Mahyeldi-Hendri Bahu Membahu dengan Unsur Forkopimda

  Dibaca : 954 kali
Kerja Keras Tekan Penularan Covid-19 di Kota Padang, Mahyeldi-Hendri Bahu Membahu dengan Unsur Forkopimda
MahyeLdi Ansharullah Wali Kota Padang

Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Padang makin mengkhawatirkan. Dalam kondisi saat inilah pimpinan Pemko Padang diuji kepeduliannya untuk melindungi masyarakat agar tak jadi korban.

Namun, beruntung Kota Padang mendapatkan pemimpin yang memiliki kepedulian yang tinggi seperti Mahyeldi. Berbagai upaya dilakukan oleh pasangan walikota dan wawako, Mahyeldi- Hendri Septa untuk menekan angka penularan Covid-19 di tengah pandemi ini. Dan kerja keras secara total ini juga didukung penuh oleh unsur Forkopimda mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan serta tokoh lainnya.

Sejak awal adanya kasus positif di Kota Padang hingga kini, setidaknya ada puluhan langkah dan kebijakan yang telah dilakukan Pemko Padang. Diantaranya, mewajibkan semua warga Padang semua pendatang memakai masker. Bahkan Pemko menetapkan denda bagi warga yang tak memakai masker. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkecil kasus penularan.

Bahkan untuk memacu kepedulian masyarakat untuk melindungi diri sendiri, orang nomor satu kota Padang ini menyusuri pusat keramaian seperti di Pasar Raya Padang. Di sana Mahyeldi beserta wakilnya, Hendri Septa membagikan dan sekaligus memakaikan masker pada masyarakat yang ditemuinya.

“Semoga dengan melindungi diri dengan memakai masker kemanapun dapat menghambat penyebaran Covid-19 ini. Dan mari kita berdoa agar Allah selalu melindungi kita,” ungkap Mahyeldi.

Tak hanya itu, sejak beberapa minggu belakangan, orang-orang yang hendak masuk ke kota Padang semakin ramai. Dengan ketegasan untuk melindungi warganya, semua yang masuk ke Padang diperiksa di setiap perbatasan kota bingkuang ini. Lalu pendatang itu diarahkan untuk hanya sekedar melintas saja di jalur Bypass dan tak masuk ke dalam kota.

Meski berat, namun rutinitas itu rutin dilakukan oleh petugas yang masuk dalam gugus tugas penangananan covid di setiap perbatasan Kota Padang. Alhasil, jumlah orang yang masuk ke Kota Padang pun mulai berkurang setiap harinya. “Dengan pembatasan ini orang yang masuk ini kita berharap angka penularan dapat ditekan,” ujarnya.

Tentu saja upaya ekstra keras itu membutuhkan tenaga ekstra, karena hingga kini Kota Padang sebagai ibukota propinsi masih menjadi kota tujuan. Yang mana, orang -orang dari luar dengan berbagai kepentingan tetap berupaya masuk ke kota ini walaupun telah ada larangan dan penyaringan yang ketat.

“Kita berharap, masyarakat yang masuk ke Kota Padang adalah untuk urusan yang penting-penting saja. Kalau sekedar untuk jalan-jalan dan melihat saudara, sebaiknya tak usah ke sini dulu,” tegas Mahyeldi.

Untuk menekan penularan dikeramaian, sejumlah kebijakan juga telah diterapkan Pemko Padang sejak awal. Mulai dari meliburkan sekolah dan memfokuskan belajar di rumah. Meminta semua warga agar menjalankan ibadah shalat jumat dan ibadah shalat wajib di rumah.

Membuat acuan dan kerangka kerja agar sebagian ASN dapat bekerja dari rumah, pelarangan untuk menggelar acara dan pesta, penutupan tempat wisata, tempat hiburan dan arena permainan, penghentian sejumlah layanan publik, penetapan jam malam bagi warga untuk mencegah keluyuran. Untuk menerapkan aturan ini, Pemko Padang mempatrolikan anggota sat Pol PP setiap harinya.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi penularan, petugas BPBD bersama relawan rutin melakukan penyemprotan di tempat tempat publik. Seperti mushalla, sarana pendidikan, pasar, lingkungan perkantoran dan tempat tempat lainnya. Pemko Padang juga aktif melakukan sosialisasi fisikal distancing atau social distancing kepada warganya.

Dan yang terbaru, Pemko Padang sedang menyiapkan bantuan untuk sekitar 103.000 KK warga yang terdampak Covid-19 di Kota Padang. Semua masyarakat diupayakan untuk bisa mendapatkan bantuan. Baik dari pusat, propinsi, maupun dari APBD kota Padang sendiri. “Semuanya sedang disiapkan. Kita juga sudah membooking beras dari Bulog untuk segera kita bagi-bagikan,” terang Mahyeldi.

Meski dalam keadaan sulit seperti sekarang, Mahyeldi tetap menyampaikan rasa syukurnya karena ban tuan yang datang dari berbagai pihak ke Padang cukup banyak. Baik berupa masker, APD, sembako dan berbagai kebutuhan lainnya. “Alhamdulillah, bantuan yang datang ke Padang cukup banyak. Tentu saja ini sangat membanti kita. Saya selaku wali kota mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu,” ucap Mahyeldi.

Pemko Padang kini bersama timnya juga melakukan berbagai pembenahan dalam bidang ekonomi. Salah satunya memberikan pembebasan pajak pada pelaku usaha perhotelan, tempat hiburan dan restoran, memberikan pembebasan tagihan air melalui Perumda Air Minum Kota Padang. Bahkan sampai merecofusing anggaran APBD untuk penanganan bencana Covid-19 di Kota Padang.

Lalu, terkait aktivitas ekonomi, menurut Mahyledi hal itu bisa direcovery. “Memang dalam jangka pendek, satu atau dua bulan pasti akan lumpuh. Namun, jangka menengah dan panjang, kita sudah recovery, ekonomi akan bisa normal kembali,” ujarnya.

“Mari kita sama-sama melindungi diri masing-masing agar tak terjangkit. Selalu cuci tangan, pakai masker, hindari keramaian, dan jaga jarak. Semoga wabah ini cepat berlalu,” ujar sosok religius ini. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional