Menu

Kereta Api Sibinuang Mati Mendadak

  Dibaca : 2263 kali
Kereta Api Sibinuang Mati Mendadak
M Ali Ramdhani
Kereta api mati mendadak

Sejumlah penumpang turun dari Kereta Api Sibinuang yang mati mesin mendadak di perlintasan rel, Jalan Perjuangan, Belanti, Padang Utara, Rabu (09/09/2015) siang. Kereta jurusan Padang-Pariaman dengan nomor BB 3037801 itu terpaksa tak jalan, sampai teknisi bisa memperbaikinya.

PADANG, METRO–Kereta Api Sibinuang jurusan Padang-Pariaman dengan nomor BB 3037801 berhenti mendadak akibat mengalami kerusakan pada bagian mesin, di perlintasan rel jalan Perjuangan, Belanti, Padang Utara, Rabu (9/9) siang sekitar pukul 14.15 WIB. Akibat kerusakan kereta api itu, para penumpang menjadi telantar dan merasa dirugikan.

Masinis kereta api tersebut, Gazali mengatakan, bahwa kereta api yang dikendalikannya itu berangkat dari stasiun Simpang Haru sekitar pukul 14.00 WIB. Namun tak jauh dari lokasi ini tiba-tiba kereta api mengalami gangguan pada bagian mesin, dan langsung mengerem agar tidak berhenti di tepat di persimpangan jalan agar tidak menganggu pengguna jalan.

”Ada gangguan teknis pada bagian mesin, kereta tak mau jalan, karena tenaga hilang. Saat kehilangan tenaga itu kami berusaha melakukan pengereman agar posisi KA tidak meninggalkan jalan perlintasan,” sebutnya.

Untuk selanjutnya terkait kerusakan yang dialami KA pihaknya menunggu bantuan lokomotif pengganti dari dari Stasiun Kereta Api, Simpang Haru, agar KA bisa berjalan kembali dan sampai ke tujuan stasiun akhir di Pariaman. KA Sibinuang tersebut memberangkatkan lima gerbong KA.

Namun, ketika ditanya berapa waktu yang dibutuhkan untuk menunggu dan memasang lokomotif pengganti, masinis Gazali tidak bisa menjelaskan. “Untuk berapa lama waktu yang dibutuhkan menunggu dan memasang lokomotif pengganti tidak bisa saya pastikan. Karena ini baru pertama kali terjadi selama saya jadi masinis,” imbuhnya.

Menanggapi kerusakan itu para penumpang mengaku kecewa dan telah dirugikan dari segi waktu. Seperti yang dikatakan penumpang bernama Elza, yang ditemui didalam gerbong KA mengatakan, ”Saya dirugikan akibat kerusakan ini waktu saya jadi terbuang. Saya sangat kecewa. Seharusnya pihak KA sebelum berangkat harus melakukan pengecekan terhadap mesin dan pengecekan berkala,” katanya.

Elza yang sehari-hari berangkat dari Padang ke Pariaman menambahkan, beberapa bulan yang lalu juga pernah terjadi kerusakan KA di stasiun Tabing.
”Beberapa bulan yang lalu juga pernah terjadi kerusakan seperti ini di Tabing. Harapan saya agar pihak KA melakukan pemeliharaan dan perawatan berkala terhadap KA supaya tidak terjadi kerusakan lagi,” ungkapnya.

Penumpang tujuan Padang-Pariaman Aan (38) mengatakan dia tak menyangka atas kejadian ini, bahkan akibat terlalu lama menunggu kedatangan lokomotif pengganti, kedua anak yang masih balita menangis-nangis.

”Kereta ini tiba-tiba saja berhenti, dan diumumkan mengalami kerusakan. Karena terlalu lama menunggu, anak-anak saya terus merengek-rengek karena tidak betah. Bahkan akibat kejadian, saya akan terlambat sampai rumah, padahal saya juga sangat lelah sepulang bekerja dan ingin cepat sampai ke Pariaman,” ungkap ibu beranak dua itu.

Pantauan di lokasi, kereta api tersebut berhenti tepat sebelum persimpangan. Sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Beberapa teknisi kereta api terlihat sibuk memperbaiki mesin kereta api, dan beberapa petugas tampak menyempatkan untuk singgah di warung yang tak jauh dari lokasi rusaknya kereta api.

Selain itu, kejadian tersebut juga membuat warga heran dan menjadikan peristiwa itu sebagai tontonan warga yang melintas ataupun warga sekitarnya. Anak-anak juga terlihat mengerumuni kereta api yang rusak itu, karena hak tersebut baru pertama kali terjadi di kawasan itu.

Sekitar pukul 15.30 WIB, kereta lokomotif pembantu tiba di lokasi, untuk melakukan penarikan kereta ke arah Sawahan. (cr9)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional