Menu

Kepatuhan Masyarakat Ikut Menentukan, Kasus Covid-19 di Payakumbuh Naik Tajam

  Dibaca : 95 kali
Kepatuhan Masyarakat Ikut Menentukan, Kasus Covid-19 di Payakumbuh Naik Tajam
RAPAT PENANGANAN COVID-19— Pemko melakukan rapat koordinasi penanganan kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh. Saat ini kasus postif terpapar corona meningkat di Payakumbuh.

POLIKO, METRO–Sebagai tindak lanjut dari rapat evaluasi pena­ngan Covid-19 beberapa hari yang lalu, Pemko Pa­yakumbuh melaksanakan penanda tanganan komitmen lawan Covid-19 bersama Forkopimda, LKA­AM,  Bundo Kanduang, MUI, KAN 10 Nagari, HBT dan HTT di Aula Ngalau Indah, Kamis (10/8).

Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda me­ngatakan kegiatan ini me­rupakan cara mencarikan solusi untuk mengambil langkah-langkah strategis supaya perkembangan kasus Covid-19 dapat ditekan di Payakumbuh.

“Diharapkan dengan melibatkan semua unsur dan tokoh masyarakat dalam penangan Covid-19 ini, bisa memberikan pe­ran aktifnya dalam pena­nganan Covid-19, mengi­ngat perkembangan kasus aktif di Kota Payakumbuh kian meningkat beberapa hari terakhir ini,” ucap Sekda.

“Mari kita berkomitmen bersama dalam penanganan Covid-19 ini, selalu kita ingatkan sanak saudara, anak kemenakan kita untuk selalu me­nerapkan protokol kesehatan dan mematuhi semua imbauan pemerintah,” lanjutnya.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh Alex Pra­wira menjelaskan ke­cen­derungan kasus positif untuk Kota Payakumbuh terus meningkat. Ming­gu lalu perkemba­ngan kasus Payakumbuh 156 selama satu minggu, sedangkan di minggu ini baru tiga hari saja sudah terjadi penambahan sebanyak 105 kasus.

“Ini merupakan pe­r­kem­bangan kasus yang cukup tinggi, makanya dimohonkan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kita tidak ingin mengedepankan hukum terus untuk masyarakat. Kalau kesadaran itu tumbuh insyaallah kasus ini bisa dikendalikan,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan saat ini te­ngah berkembang di te­ngah-tengah masyarakat fenomena dimana orang yang kontak erat dengan yang positif tidak mau melakukan swab, dan ini akan menjadi permasalahan serius kedepannya.

“Bahkan yang lebih parahnya, kalau ada gejala pun masyarakat kita tidak mau berobat dan lebih memilih membeli obat di apotek. Sehingga ini akan mempersulit untuk menghambat penularan kasus positif karena tidak ada keterbukaan dan kejujuran dari masya­rakat,” ucapnya.

“Maka dari itu peran aktif dari kita semua untuk saling mengingatkan antar sesama akan bahaya virus corona ini,” tukuknya.

Dikesempatan itu juga ketua MUI Kota Payakumbuh Buya Mismardi me­ngatakan dalam penanganan virus corona ini seluruhnya harus saling bahu membahu, saling mendukung kalau tidak tentu semuanya akan sia-sia.

“Makanya kita tidak boleh menyerah kepada takdir sebelum kita berusaha, maksudnya tidak mungkin kita akan terhindar dari sedangkan Co­vid-19 kalau kita tidak berupaya menangkisnya bersama-sama,” ujarnya.

Untuk percepatan vaksinasi di Kota Payakumbuh Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid Kesmas dan P3 Fatmanelly menyebut sampai saat ini Kota Payakumbuh telah mene­rima 40.990 dosis vaksin, dan telah diberikan kepada masyarakat sebanyak 37.690 dosis dan sisa vak­sin 3.300 dosis.

“Dari sekian banyak masyarakat Payakumbuh yang telah divasksin, kita juga telah memfasilitasi sebanyak 1.698 dosis bagi masyarakat luar Kota Pa­yakumbuh. Mudah-mudahan masyarakat Payakumbuh segera melaksanakan vaksinasi,” pung­kasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional