Menu

Kepala Sekolah Dibacok di Jalan

  Dibaca : 316 kali
Kepala Sekolah Dibacok di Jalan
Ilustrasi

PADANG, METRO – Meminta kasus penganiayaan yang dialaminya diselesaikan, Jamanus (52), Kepala SDN 41 Lubuk Minturun, Kototangah, Padang melaporkan pembacokan oleh orang tidak dikenal (OTK) yang dialaminya ke Polsek Kototangah.

Sabtu (12/1), Jamanus mengatakan, hal ini dilakukannya agar kasus yang dialaminya dapat diselesaikan secara hukum dan pelakunya ditangkap. “Saya berharap pelakunya dapat ditangkap. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali baik kepada saya sendiri ataupun orang lain,” ungkapnya.

Dikatakannya, penganiayaan terjadi Rabu (2/1) yang lalu, sekitar pukul 09.00 WIB. Di saat dia mengendarai sepeda motornya dari sekolah menuju kawasan Tabing, Kototangah.

“Di tengah perjalanan saya merasa ada yang mengikuti saya dari belakang. Saat saya melihat ke kaca spion motor gerak-gerik orang tersebut terlihat mencurigakan. Pas di Jalan Lori, Lubukminturun, saya mencoba menepikan kendaraan dengan tujuan agar orang yang mengikuti saya mendahului,” ujar Jamanus.

Saat di pinggir jalan itulah Jamanus mengalami penganiyaan oleh OTK tersebut dengan sebuah senjata tajam (sajam). “Dia menyerempet saya ke pinggir jalan dan langsung mengayunkan sajamnya ke tangan kanan saya,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, setelah kejadian pembacokan, OTK itu langsung melarikan diri. Sementara dia berusaha memacu kendaraan mencari pertolongan warga yang ada di sekitar lokasi.

“Karena lokasi kejadian dalam keadaan sunyi, saya berusaha memacu kendaraan saya dengan keadaan darah bercucuran di lengan. Namun karena kondisi yang tidak stabil, akhirnya saya berhenti dan jatuh. Dan ketika bangun saya sudah berada di sebuah Puskesmas,” ujarnya.

Diceritakannya, dua minggu sebelum kejadian tersebut dia mendapatkan masalah di sekolah tempat dia bertugas. Dimana dia mendapatkan ancaman dari warga yang datang dengan ketua RW setempat karena tidak senang dengan keberadaannya di sekolah tersebut.

“Mereka datang dan mengancam saya. Kalau saya tidak keluar dari sekolah ini maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan kepada saya,” ungkap Jamanus.

Ditambahkannya, warga di sekitar sekolah tersebut tidak senang dengan keberadaannya menjadi Kepsek. Karena menurut warga disana, dia merupakan kepala sekolah yang tidak jujur, serta pemarah dan sering mengeluarkan kata-kata kotor.

“Menurut saya, semua yang mereka tuduhkan terhadap diri saya tersebut tidaklah benar. Saya merasa tidak pernah berkata-kata kotor di sekolah tersebut selama 1,5 tahun saya menjabat sebagai kepsek,” ujarnya.

Jamanus berharap, pelaku dapat sesegera mungkin ditangkap. Sehingga keamanannya tetap bekerja di sekolah terjamin. “Saat ini saya masih trauma dan agak sedikit takut datang ke sekolah. Takut kalau kejadian ini terulang kembali,” pungkasnya.

Kapolsek Kototangah Kompol Joni Darmawan membenarkan adanya laporan yang diterima oleh satuannya dengan nomor STBLP/10/K/I/2019/sektor tertanggal 7 Januari 2019 atas nama Jamanus. “Untuk saat ini kasus ini tengah dalam proses penyelidikan. Pihak kami juga telah memanggil pihak korban serta beberapa orang saksi,” ujar Joni. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional