Close

Kepala Dusun di Pariaman Bacok Warganya Hingga Tewas

ERSIMBAH DARAH— Herman (60) tergeletak bersimbah darah usai dibacok oleh oknum Kepala Dusun di Desa Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

  • Dipicu Sakit Hati dan Sempat Cekcok
  • Serahkan Diri ke Polisi Sambil Bawa Parang

PARIAMAN, METRO–Sempat terlibat keributan, seorang pria paruh baya tewas dengan kondisi luka-luka bersimbah darah akibat di­bacok secara brutal saat mengendarai sepeda motor di Dusun Tabiang Hilir, Desa Air Santok, Kecamatan Paria­man Timur, Kota Pariaman, Selasa (25/5) sekitar pukul 09.15 WIB.

Peristiwa pembunuhan itupun membuat warga setempat gempar dan lang­sung berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan korban bernama Herman (60) yang sudah terkapar dengan luka bacokan di bagian kepala belakang dan wajah. Usut punya usut, pelakunya ternyata merupakan Kepala Dusun setempat.

Pasalnya, setelah me­lakukan pembacokan, pela­ku Kepala Dusun berinisial BR (54) langsung menye­rahkan diri ke Polsek Pa­riaman diantarkan oleh adiknya. Setelah menjalani pemeriksaan, terungkap kalau Herman dan BR ini ternyata juga masih me­miliki hubungan keluarga. Bahkan, pembunuhan itu dipicu sakit hati dan den­dam pribadi.

Kapolsek Pariaman AKP Edi Karan Priatno me­ngatakan, usai melakukan pembacokan tersangka BR langsung menyerahkan diri ke Polsek Pariaman beserta barang bukti yaitu sebuah parang. Setelah itu pihaknya langsung menuju ke lokasi pembacokan.

“Motif pembacokan hing­ga menewaskan kor­bannya tersebut yaitu den­dam pribadi. Pasalnya, pembacokan terjadi ketika korban masih di atas ken­daraan yang tidak jauh dari warung kopi milik ter­sang­ka di Desa Air Santok,” ungkap AKP Edi Karan.

Dijelaskannya, sebe­lum terjadinya pem­ba­co­kan, antara pelaku dan korban sempat cekcok. Kemudian ujung dari cek­cok tersebut, tersangka langsung mengambil pa­rang ke warung kopi milik­nya dan langsung mem­bacok korban.

“Usai dibacok, korban langasung dibawa ke ru­mah sakit Polri di Padang untuk dilakukan autopsi. Pada korban yang tewas ditemukan empat titik luka bacokan di antaranya di bagian kepala, wajah, dan rusuk,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Res­krim Polres Pariaman, AKP Elvis Susilo mengatakan, pihaknya telah mene­tap­kan BR yang merupakan oknum Kepala Dusun ter­se­but sebagai tersangka dalam kasus pengania­yaan yang menyebabkan korbannya meninggal du­nia tersebut.

“BR merupakan seo­rang oknum Kepala Dusun di tempat tinggalnya yang juga merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembacokan terhadap H. Tersangka termasuk dike­nal di lingkungan tempat tinggalnya,” kata AKP Elvis Susilo, Rabu (26/5).

Usai melakukan aksi­nya, kata AKP Elvis, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Kota Pa­riaman dengan diantarkan adiknya. Sebelumnya, adik tersangka  sempat ber­tanya kepada tersangka ala­san diantarkan ke Pol­sek, tetapi tersangka bersi­keras untuk segera dian­tarkan.

“Tersangka mengata­kan kepada adiknya untuk tidak usah banyak banyak bertanya, antarkan saja. Dari situlah, kasus itu ter­ungkap dan kita langsung menurunkan tim untuk mendatangi lokasi keja­dian,” jelas AKP Elvis.

Selain itu, dikatakan AKP Elvis, dari hasil pe­nyel­idikan dan interogasi terhadap tersangka, istri­nya dan keluarga korban, masih memiliki hubungan tali persaudaraan.

“Dari hasil keterangan yang dihimpun polisi di lapangan, H merupakan anak sanak anduang (anak sepupu nenek) dari keluarganya, jadi mereka ini masih ada hubungan keluarga. Bukan berteman biasa,” katanya.

Motif Tersangka

Menurut Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Elvis Susilo, sebelum peristiwa tersebut terjadi, keduanya sempat bertemu di salah satu acara resepsi perni­kahan tak jauh dari ke­dia­man mereka. Saat bera­da di resepsi itulah, korban dan tersangka sempat cek­cok.

“Pengakuan tersangka, korban ini sempat mela­yangkan korek api ke dia dan sempat tak meng­gub­ris sikap dari tersangka meski sempat terlibat adu mu­lut. Akan tetapi, ter­sang­ka tak terlalu memper­masalah­kannya,” ungkapnya.

Selain itu, kata AKP Elvis Susilo, peristiwa pem­bunuhan tersebut terjadi lantaran setelah insiden di resepsi pernikahan yang terjadi pada malam sebe­lumnya, korban yang ber­temu dengan BR sempat melontarkan kalimat tak terpuji kepada pelaku se­banyak beberapa kali.

“Penyebabnya, korban merasa sakit hati karena tak terima ditegur oleh tersangka karena H me­ngajarkan bermain kartu ceki (koa) kepada anak-anak yang ada di dusun tersebut pada tahun 2019 silam. Tersangka yang se­dang duduk dengan istrinya di warung kopi yang ia kelola kemudian didatangi korban dengan kata um­patan tersebut dan meng­ungkit dengan mengatakan tak terima ditegur pelaku,” ujar AKP Elvis.

Sesaat setelah keri­butan itu terjadi, dikatakan AKP Elvis, tersangka dan korban terlibat saling se­rang, hingga BHR me­ngam­bil sebilah parang yang terletak di sekitar warungnya. Saat itulah, tersangka langsung mela­yangkan ke tubuh korban yang sedang berada di atas sepeda motornya.

“Pelaku sempat mela­yangkan parang sekali ke leher sekali dan di bawah leher sekali, terus di bagian wajahnya juga mengalami pendarahan, namun pelaku tak tahu kenapa wajah kor­ban juga berdarah. Sepeda motor yang ikut jatuh ber­barengan dengan ter­sung­kurnya korban, terjadi ka­rena korban diserang di dekat sepeda motor milik­nya,” tambahnya.

Selain itu, AKP Elvis menuturkan, pihaknya juga masih terus melakukan penyelidikan terkait keja­dian tersebut termasuk ke dala­m kategori pembu­nuhan berencana atau bu­kan. Penyelidikan dilakukan dengan memintai kete­rangan dari saksi-saksi.

“Yang jelas kami ma­tangkan dulu di pasal 338 Kitab Undang-undang Hu­kum Pidana (KUHP), pe­ngakuannya senjata tajam itu sudah ada di sekitarnya di jarak dua meter. Selain menahan tersangka beser­ta barang bukti kita juga melakukan autopsi terha­dap jasad korban untuk kepentingan penyelidikan dan permintaan keluarga korban,” pungkasnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top