Menu

Kepala Dinkes Sumbar Turun ke Lokasi Bencana di Solsel, Antisipasi Ancaman ISPA, Diare dan Penyakit Kulit

  Dibaca : 797 kali
Kepala Dinkes Sumbar Turun ke Lokasi Bencana di Solsel, Antisipasi Ancaman ISPA, Diare dan Penyakit Kulit
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Dr. Hj. Merry Yuliesday, Mars dan tim bersama bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, Novirman dan jajaran meninjau kondisi Puskesmas Muara Labuh.

KEPALA Dinas Kesehatan Sumbar, Dr. Hj. Merry Yuliesday, Mars, turun ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Minggu (24/11).

Merry turun lengkap dengan tim medis dari Dinas Kesehatan Sumbar sebanyak 20 orang dan didampingi camat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Solsel. Pada kesempatan itu, Merry menyerahkan bantuan berupa obat-obatan dan makanan asupan untuk bayi.

Kecamatan Sungai Pagu merupakan satu dari empat kecamatan yang terdampak banjir bandang di Solsel. Tiga kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Sangir, Kecamatan Koto Parok Gadang Diateh dan Kecamatan Pauh Duo.

Diakui Merry, banjir bandang yang terjadi, berdampak terganggunya pasokan air bersih bagi warga. Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak sehat akibat kotoran yang dibawa oleh lumpur masuk ke lingkungan rumah-rumah warga, membuat warga rentan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) diare dan kulit.

Tidak hanya orang dewasa, ISPA dan penyakit kulit juga bisa menyerang anak-anak yang berada di luar rumah.

“Warga yang menjadi korban banjir bandang bisa terserang penyakit ISPA dan kulit. Kondisi ini harus segera diatasi secepatnya,” ujar Merry.

Merry mengimbau pihak Pemkab Solsel agar memprioritaskan penyediaan air bersih untuk warga, melalui pasokan air PDAM. Jika tidak, warga yang mekonsumsi air yang tidak sehat, sehingga berdampak bisa terserang penyakit seperti diare.

”Kebutuhan air bersih sangat mendesak bagi warga yang berada di lokasi bencana saat ini. Karena itu kita minta kepada Pemkab Solsel melalui PDAM agar segera memasok pasokan air bersih ke tengah warga,” imbau Merry.

Selain kebutuhan air bersih yang mendesak, Merry juga meminta kepada Pemkab Solsel agar mendirikan posko-posko kesehatan di dekat pemukiman warga di lokasi bencana. Melalui kehadiran posko-posko ini diharapkan dapat segera mengatasi berbagai dampak penyakit pascabencana. ”Jangan tunggu warga sakit parah akibat dampak dari banjir bandang ini. Segera dirikan posko-posko kesehatan untuk mengatasinya,” ungkap Merry.

Termasuk juga penanganan bencana pascabanjir bandang, harus dilakukan secepatnya. Jangan sampai warga terlalu lama berada di luar rumah. Karena bisa berdampak warga bisa stress akibat kurang tidur. Merry juga mengimbau seluruh masyarakat Sumbar yang berada di pinggiran sungai, agar selalu waspada saat musim hujan di penghujung tahun ini. Masyarakat khususnya anak-anak diminta Merry, agar jangan terlalu sering keluar rumah dan menyiapkan bekal obat-obatan dan persediaan makanan, untuk mengantipasi bencana yang tidak diinginkan.

Menanggapi imbauan dari Kepala Dinkes Sumbar tersebut, Pemkab Solsel menyiagakan sembilan tenaga kesehatan di posko pengungsian untuk melayani korban banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur selama masa tanggap darurat. “Yang melayani korban banjir bandang di posko pengungsian ditugaskan lima orang tenaga kesehatan dari puskesmas termasuk dokter satu dan empat bidan Desa Pinti Kayu jadi jumlahnya sembilan orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro.

Dia mengatakan posko kesehatan bencana berpusat di Puskesmas Muaralabuh untuk melayani korban bencana di empat kecamatan terdampak. Di setiap kecamatan juga ada posko kesehatan yang berada di puskesmas masing-masing, yaitu puskesmas Pakan Rabaa, Muaralabuh, Pauah Duo dan Lubuk Gadang.

 

Selain itu, pihaknya juga menugaskan seluruh Puskesmas yang ada di Solsel, untuk menugaskan petugas piket ke daerah terdampak bencana. Untuk obat-obatan, katanya, sekarang masih mencukupi sebab ada droping obat dari Dinkes Provinsi Sumbar.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 25 unit rumah warga, sembilan di antaranya rusak berat akibat dihantam banjir bandang yang terjadi di Dua Jorong itu, Minggu malam, 24 November 2019. Ratusan jiwa yang tergabung dalam 130 kepala keluarga, saat ini terpaksa harus meninggalkan kampung mereka dan mengungsi ke Balai Adat Nagari dan rumah kerabat terdekat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solsel merilis, sebanyak 1.103 kepala keluarga dengan total 5.932 jiwa, terdampak banjir. Penyebabnya tingginya intensitas curah hujan dan luapan beberapa sungai di Kabupaten Solsel. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional