Menu

Kepala BPBD: Masyarakat Mada!!!

  Dibaca : 1468 kali
Kepala BPBD:  Masyarakat Mada!!!
Cawagub Sumbar Audy Joinaldy blusukan di Kawasan Pasar Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat , Kota Payakumbuh. 

BPBD

RASUNA SAID, METRO–Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Dedi Henidal menggerutu menyaksikan kepanikan warga pascagempa 7,8 SR, Rabu (2/3). Kata Dedi, masyarakat mada. Disuruh ke shelter, lari ke bypass juga. Akibatnya, macet memanjang.

Kepala BPBD dan Damkar Kota Padang Dedi Henidal didampingi Sekretarisnya Budi Payan mengatakan, sosialisasi dan simulasi sudah sering dilakukan. Namun kebiasaan masyarakat tak juga berubah. Kenyataanya. Kata dia, warga tetap menyelamatkan diri dengan cara pergi dengan kendaraan mereka. ”Masyarakat itu nan mada. BPBD tak pernah menganjurkan evakuasi dengan kendaraan bermotor. Sehingga jalanan menjadi macet,” kata Dedi.

Sesuai dengan analisa pakar gempa, kemungkinan tsunami terjadi sekitar 30 sampai 40 menit setelah gempa. Jika  masyarakat berjalan normal, maka dalam rentang waktu selama itu, mereka sudah bisa menempuh jarak sekitar 2 kilometer. Apalagi kalau berjalan lebih cepat, akan semakin panjang lagi jarak tempuhnya. ”Akibatnya, jalanan menjadi macet. Sehingga mereka tertahan di zona merah,” sebut Dedi.

Sampai saat ini, terang Dedi, pihaknya masih  berupaya memberikan sosialisasi dari dini. Di Jepang, kata dia, sosialisasi sejak anak anak di play group. Namun semuanya perlu anggaran. ”Anggaran sosialisi belum memadai. Jadi agak kesulitan,” kata dia.

Di sisi lain, selama ini masyarakat jarang mau mengikuti sosialisasi. Ketika ada sosialisasi gempa dan stunami, yang ikut hanya anak anak dan Lansia.

”Dari 1.000 orang yang diundang, 600 orang anak anak,” sebut Dedi.

Memang, menyaksikan kondisi semalam, warga rupanya tak percaya, di shelter mereka akan selamat. Buktinya jelas, warga memilih memacu kendaraannya ke bypass. Mereka hiraukan shelter yang jadi tempat penampungan. Berhondoh-hondoh mereka ke bypass. Kalau begini, buat apa shelter yang untuk membuatnya saja triliunan.

Hal ini juga mengisyaratkan kalau belum efektifnya langkah mitigasi yang oleh Pemko Padang. Masyarakat tak memanfaatkan shelter yang didirikan pemerintah. Mereka lebih memilih menyelamatkan diri dengan cara mengungsi dengan kendaraan. Akibatnya kemacetan terjadi dimana mana. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional