Menu

Kepala BKSDA: Harusnya jadi Geopark, Limapuluh Kota Agak Terlambat

  Dibaca : 106 kali
Kepala BKSDA: Harusnya jadi Geopark, Limapuluh Kota Agak Terlambat
FOTO BERSAMA—Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar DR. Ir. Erly Sukrismanto M.Sc foto bersama dengan segenap Forkopimda

LIMAPULUH KOTA, METRO – Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar DR. Ir. Erly Sukrismanto M.Sc memuji keindahan alam Lembah Harau. Harusnya, kawasan alam Konservasi Lembah Harau sudah menjadi Geopark Nasional, namun Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, terlambat.

“Alam kita indah. Harusnya Kondisi alam seperti ini secepatnya mengusulkan Geopark. Lima puluh kota agak terlambat. Dengan bersatus sebagai Geopark nasional tentu kita akan dipromosikan secara nasional oleh Pemerintah Pusat,” sebut Erly Sukrismanto saat acara pembersihan Kawasan Sarasah Bunta, Lembah Harau dari sampah dalam rangka peringatan hari peduli sampah nasional, Senin (4/3).

Menurutnya, untuk pengurusan menjadi salah satu taman bumi atau Geopark nasional tidaklah sulit. Sehingga tahun 2019 ini dia berharap semua persyaratan untuk bisa ditetapkan sebagai salah satu Geopark nasional terpenuhi.

“Mudah mudahan tahun ini kita bisa menjadi Geopark nasional. Kalau soal kendalanya saya kurang tau,” sebutnya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat setempat maupun pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan alam Lembah Harau. Mengingat sebutnya, kebersihan adalah satu yang disuguhkan kepada pengunjung ditempat wisata.

“Salah satu pendukung wisata alam yang harus disajikan kepada pengunjung adalah kebersihan. Ini benar benar kawasan yang sangat indah. Dan sekarang jalan menuju kesini juga sudah bagus, saya apresiasi Pemerintah Lima Puluh Kota,” tuturnya.

Asisten II Sekda Kabupaten Lima Puluh Kota, Pitma Indrayani menyebut bahwa persoalan sampah memang rumit, tetapi kalau dikerjakan tidaklah sulit. Menurutnya, jika sampah diproses sejak dari hulu dengan pemilahan maka akan bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat itu sendiri.

“Kita apresiasi BKSDA yang sudah menunjuk lembauh Harau sebagai lokasi tempat kegiatan peringatan hari peduli sampah nasional. Kerjasama ini perlu kita lanjutkan untuk masa sama akan datang,” tuturnya.

Pitma Indrayani mengakui jika ada keterlambatan dalam pengusulan Lembah Harau menjadi kawasan geopar nasional.

“Terkait geopar kita sudah usulkan tapi agak terlambat. Dan 2019 ini kita akan usulkan kembali dan mudah mudahan kita ditetapkan sebagai geopar nasional bahkan internasional. Kita sudah melakukan perbaikan terutama soal pasilitas jalan,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Lima Puluh Kota Ningsih, menurutnya seluruh administrasi untuk mengusulkan Lembah Harau sebagai kawasan Geopar nasional tahun ini sudah dipersiapkan.

“Kita sudah persiapkan. Kita terlambat tahun lalu karena memang ada administrasi yang perlu kita lengkapi. Tapi kita yakin tahun ini kita bisa menjadi salah satu kawasan Geopar nasional,” sebutnya optimis.

Hadir pada kegiatan acara Hari Peduli Sampah Nasional dikawasan Lembah Harau, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lima Puluh Kota, Kepala BPBD H.Jhoni Amir, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmadinol, Camat Harau, Andri Yasmen, Kepala Resor BKSDA Lima Puluh Kota, Martias, Damkar, TNI dan masyarakat. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional