Menu

KEP Sejahtera Dibantu Dana Rp 3,173 Miliar 126,9 Ha Lahan Sawit segera Direplanting

  Dibaca : 123 kali
KEP Sejahtera Dibantu Dana Rp 3,173 Miliar 126,9 Ha Lahan Sawit segera Direplanting
MENANAM SAWIT— Plt Bupati Solsel Abdul Rahman melakukan penanaman sawit dari dana replanting di lahan yang telah diperuntukan.

SOLSEL, METRO
Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Sejahtera dapatkan bantuan replanting sebesar Rp3,173 miliar. Dana replanting itu bersumber dari pungutan ekspor CPO yang dikelola Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian (Kementan RI) melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPS). Dimana dana itu untuk lahan seluas 126,9 Ha.

Hal ini serasa mimpi bagi Edial Efendi yang akrab dipanggil Andi, bersama 52 anggota lainnya ketika proposal mereka dinyatakan lolos untuk mendapatkan bantuan peremajaan penanaman kelapa sawit atau replanting. “Alhamdulillah, serasa mimpi bagi kami untuk mendapatkan bantuan sebesar itu. Dan sekarang itu menjadi nyata. Kami akan mempergunakannya sebaik baiknya,” ujar Edial Efendi ketika penanaman perdana kelapa sawit KEP  yang dilakukan Plt Bupati Solsel Abdul Rahman di Mukti Tama, Sungai Kunyit, Sangir Balai Janggo, Selasa (22/9).

Selaku Manager pada KEP Sejahtera, ia menyampaikan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah membantu terealisasinya permohonan yang telah mereka tunggu-tunggu tersebut, baik kepada pihak kementerian terkait, BPDPS, Pemkab Solsel, jajaran dinas pertanian, masyarakat, dan juga segenap keluarga besar KEP Sejahtera. Ia mengakui, bahwa pihaknya terus didampingi serta diingatkan Dinas Pertanian Solsel melalui jajarannya, agar bantuan tersebut bisa segera mereka dapatkan. Bahkan tak jarang ia ditegur, didesak dan juga diwanti-wanti. “Semuanya itu kami yakin sebagai sebuah bentuk kepedulian kepada kami di KEP ini agar dapat mendapatkan bantuan ini serta berhati-hati dalam penggunaannya nanti,” ungkap Andi.

Mewakili kawan-kawannya di KEP Sejahtera, ia berjanji untuk amanah dan berhati-hati dalam pelaksaan kegiatan replanting ini di lapangan nantinya. Ia juga berharap agar bantuan replanting ini terus berlanjut, termasuk kepada para petani di daerah tersebut yang sudah mulai mendaftar untuk tahap selanjutnya. “Melihat kelancaran dan harapan yang begitu besar terhadap kegiatan ini, saat ini sudah mendaftar 60 orang petani lagi dengan lahan seluas 70 hektar untuk diajukan mendapatkan bantuan tahap selanjutnya,”sebut Andi.

Kepala Dinas Pertanian Solsel, Del Irwan mengatakan, bahwa KEP Sejahtera telah didanai sebesar Rp 25 juta per hektar dengan total luas lahan 126,9 Ha dan total bantuan replanting sebesar Rp 3,173 miliar.

Menurutnya, yang diremajakan atau direplanting adalah kebun sawit yang tidak produkdif lagi atau bibit yang palsu.  “Idealnya panen sawit itu bisa didapatkan 30 Ton per hektar dalam setahun, namun dalam kenyataannya, sawit hanya berproduksi maksimal 10 Ton/Ha/Tahun. Dan inilah yang kita lakukan peremajaan kelapa sawit atau disebut dengan replanting,” katab Del Irwan. Ia juga menginformasikan bahwa pemilihan bibit akan menentukan 60 persen dari hasil panen sawit itu sendiri.  “Jadi, gunakanlah bibit yang direkomendasikan pemerintah agar mendapatkan hasil yang maksimal,” jelas Del Irwan.

Secara keseluruhan, Ia mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terealisasi bantuan replanting untuk 370 Hektar lahan sawit dengan total bantuan senilai Rp. 9,243,578,000. “Dan saat ini, 3 Kelembagaan lain juga sedang dalam proses pengajuan bantuan untuk 400 Ha. Mudah-mudahan juga segera terealisasi,” sebut Del Irwan.

Plt Bupati Solsel Abdul Rahman mengatakan, bantuan ini adalah bantuan murni, dan bukan hutang, dan langsung masuk ke rekening kelompok. “Tentu hal ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa bagi kita semua,” ucap Del Irwan. Menurut Rahman, semua itu merupakan kerja dari banyak pihak. Proposal yang diberikan kelompok, dan didampingi dinas terkait, kemudian disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Pertanian untuk selanjutnya dikaji secara teknis, hingga bantuan tersebut bisa dicairkan seperti saat ini.

Rahman mengatakan bahwa mayoritas petani bukan tidak mau untuk mengolah pertanian secara maksimal, tapi lebih karena tidak mampu, termasuk ketidak mampuan pendanaan.”Dengan bantuan seperti ini tentu dapat menjadi solusi khususnya bagi petani kelapa sawit kita yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” ujar Del Irwan.

Ia juga berharap agar masyarakat petani nantinya dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dengan syarat pembayaran yang ringan, agar lahan sawit dapat diolah secara maksimal. “Dalam perhitungannya, untuk 1 Hektar lahan sawit dibutuhkan biaya Rp 50 Juta/Ha hingga panen. Sekarang telah dibantu Rp 25 Juta melalui replanting. Sisanya yang Rp 25 Juta lagi mungkin bisa dikomunikasikan dengan pihak perbankan melalui program KUR nya,” saran Rahman.

Pimpinan Cabang Bank Nagari Lubuk Gadang yang baru satu hari menjabat, Zulfahmi, yang turut dalam kegiatan penanaman perdana tersebut mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi KUR petani sawit nantinya. “Intinya kita siap memfasilitasi KUR ini. Silahkan nanti dikomunikasikan dengan kami di Bank Nagari terkait persyaratannya,” ujar Rahman.

Dalam penanaman perdana tersebut, undangan yang hadir disuguhi atraksi yang memukau dari Sanggar Kuda Lumping, Turonggo Seto, yang dipimpin Bapak Tubadi. Apresiasi terhadap penampilan sanggar tersebut, juga disampaikan langsung oleh Plt. Bupati Abdul Rahman dalam sambutannya. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Camat SBJ Muslim, Pj Wali Nagari Sungai Kunyit Rusli Datuak Rajo Basa, tokoh masyarakat, anggota KEP Sejahtera, dan ratusan undangan lainnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional