Close

Kensi Sumbar Ari Pramanto Sumbang Emas ke-9, Berharap jadi PNS setelah 11 Tahun sebagai Pegawai Kontrak

UKIR SEJARAH— Kenshi Ari Pramanto sukses mendulang medali emas di nomor randori putra 70 kilogram, Rabu (13/10) di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura. Ari mengukir sejarah untuk dirinya, setelah pada PON2012 dan 2016 hanya bisa merebut perak.

JAYAPURA, METRO–Ari Pramanto, kenshi asal Sumatera Barat yang bertanding pada nomor randori putra 70 kilogram pada PON XX Papua 2021 berhasil mempersembahkan satu me­dali emas di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/10).

Mampu menumbangkan kenshi asal Papua Barat Yulifan Pra­setyo Nugraha, Ari Pra­man­to keluar sebagai jawara di kelasnya.

Torehan prestasi ter­sebut dikatakan Ari ialah sebagai bentuk hadiah bagi dirinya sendiri, lantaran pada PON XX Papua ini disebutnya sebagai ajang terahkirnya.

“Mungkin ini sudah wak­­tunya, saya sudah su­dah bermain randori dari tahun 2007, penantian yang sangat lama, saya mulai ikut PON ditahun 2012, kemudian PON 2016, kedua PON tersebut saya selalu terhenti dinomor dua, dan mungkin sekarang sudah waktunya di PON Papua ini saya bisa mempersembahkan emas,” katanya.

Ari, disela-sela wawancara tak sanggup menahan air matanya, rautan wajah sedih bercampur bahagia tersebut meng­ung­kapkan betapa bahagianya ia sumbangkan satu emas untuk Ranah Minang.

“Saya tidak bisa mengungkapkannya, ini bentuk kegembiraan saya, dan mungkin do’a orang tua dan doa anak istri saya yang mengantarkan saya pada posisi saat ini, terutama doa orang tua saya karena ini sudah PON terakhir saya, dan Alhamdulillah dijabah Allah,” lirihnya.

“Saya juga ingin mengukir sejarah, untuk kebanggaan diri saya sendiri,” tambahnya.

Ari juga berharap, dengan emas ini menjadi titik terangnya didunia pekerjaan.

“Saya dijanjikan oleh pemerintah bila emas kerja sebagai PNS, sementara saya kerja dikotrak su­dah 11 tahun, tapi belum ada kemajuan meskipun saya berprestasi,” katanya.

“Makanya hasil ini sebagai titik terang. Kalau ada rezky saya disini dika­sih,” tambahnya.

Ari juga berterima ka­sih kepada pelatih, manajer tim serta warga Sumbar yang sudah memberikan support kepada Perkemi Sumbar di ajang PON Papua.

“Ini juga berkat doa rakyat Sumbar. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada para pelatih serta manajer dan keluarga Per­kemi sumbar, terutama ke­pada manajer kami saat ini, meskipun dengan dana minim, tapi kami memiliki manajer yang luar biasa, sangat membantu, dan selalu mensupport kami, se­kali lagi terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu. Manajer Kempo Sumbar, Roni Pah­lawan juga bersyukur atas raihan oleh Kempo Sum­bar yang berhasil mem­bawa 1 medali emas dan 2 perunggu untuk Sum­­bar.

“Alhamdulilah. Ini menjadi penantian Ari, karena selama ini banyak orang-orang yang tidak tahu apa yang terjadi dengan Ari, dan syukur apa yang diharapkan terwujud,” pung­kas­nya.

“Kita semua senang. Apa yg kita lakukan selama ini membuahkan hasil target yang selama ini kita harapkan terwujud. Malah kita juga dapat perunggu dua dari kenshi kita Andy Syahputra dan Suci Kurnia Dewi,” ulasnya.

Terkait PON terakhir yang disampaikan Ari Pramanto, Rony mengatakan bahwa untuk hal itu lihat saja ke depan.

“Memang Ari berkata demikian, mungkin usia Ari saat ini ia ingin mengutamakan keluarga anak dan istri tapi kita gak tahu ya, karena kemarin Ari bertemu dengan lawan berat yang sekaligus sahabatnya berkata sampai bertemu di PON berikutnya, jadi kita lihatlah nanti,” tutupnya. (rel/ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top