Menu

Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Kota Padangpanjang, Peranan Rumah Isolasi sangat Penting

  Dibaca : 56 kali
Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Kota Padangpanjang, Peranan Rumah Isolasi sangat Penting
KUNJUNGAN—Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc ketika mengunjungi Rumah Isolasi Kelurahan Ganting Kota Padangpanjang.

PDG.PANJANG, METRO–Pembangunan rumah isolasi memiliki peranan penting dalam mengen­dalikan penyebaran covid-19 di Kota Padangpanjang.  Hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padan­g­panjang Nuryanuwar, ke­beradaan rumah isolasi salah satu alternatif program karantina pasien.

Menangani pasien co­vid.  Nuryanuear membe­berkan, saat ini Pe­merintab Kota (PemKo) berusaha menyediakan rumah iso­lasi disejumlah kelurahan.

“Baru-baru ini, kita juga sudah meresmikan rumah isolasi di Kelurahan Gan­ting, Kecamatan Padang­panjang Timur. Rumah Iso­lasi langsung diresmikan oleh Walikota Padang­pan­jang Fadly Amran bersma­sa Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Pu­tra,”ujar Nur.

Melihat peningkatan kasus Covid-19 19 di Sum­bar,  saat ini Sumatera Barat sangat membu­tuh­kan rumah isolasi di tiap nagari dan kelurahan. Gu­na­nya untuk menampung pasien Covid-19 yang terus bertambah.

“Kini rumah sakit di Sumbar sudah penuh oleh orang sakit. Sehingga ba­nyak pasien Covid-19 tidak tertampung lagi. Maka dari itu, warga yang positif Co­vid-19 harus diisolasi di rumah isolasi. Jangan iso­lasi di rumah masing-ma­sing nanti bisa menulari keluarga yang lain,” kata­nya.

Selain itu sebutnya, ma­syarakat masih enggan dan takut divaksinasi. Se­men­tara Vaksin itu bagus men­jaga tubuh dari ter­jangan virus corona.  “Orang yang telah divaksin, kecil ke­mungkinan terin­feksi virus Korona,” kata­nya.

Terpisah Ketua KAN Kenagarian Gunung,  Yur­nalisman Syam, Datuak Simarajo mengatakan, se­be­lumnya dirinya enggan untuk menjalani vaksin. Namun,  setelah men­de­ngar dari pakar dan ahli­nya. Dirinya akhirnya me­mutuskan untuk siap di­vaksinasi.

“Tadinya saya tidak mau divaksin. Meskipun telah diminta, saya tetap tidak mau. Namun,  setelah mendengarkan langsung dari para ahlinya, saya berani untuk di vaksin, “ sebut Yurnalis Syam.

Dalam penanganan Co­vid-19, Pemerintah Kota Padangpanjang telah mem­bentuk Tim Satgas Covid 19 di setiap kelurahan untuk selalu berkoordinasi dan memaksimalkan peman­faatan posko penanganan Covid-19 agar lebih mudah dalam memantau penye­baran Covid-19 ini.

Nuryanuwar mema­par­kan, laporan kondisi terkini perkembangan Covid-19 di Padangpanjang, per 3 Juni 2021, ada tambahan tiga lagi kasus positif Covid-19 dan sembuh sebanyak 12 orang.

“Dengan data ini, maka yang sudah pernah ter­papar Covid-19 di Padang­panjang sebanyak 1.369, sembuh 1.266 dan me­ning­gal sebanyak 28 orang. Sedangkan untuk yang ma­sih dalam masa perawatan dan isolasi, ada sebanyak 75 orang,”paparnya.  (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional