Close

Kendalikan Inflasi Daerah, Optimalkan APBD di Kota Payakumbuh

pj wako rida

POLIKO, METRO–Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah Via Zoom Meeting yang berlangsung di Aula Randang Lantai 2 Kantor Wali Kota Payakumbuh, Senin (24/10).

Turut hadir dalam ke­giatan tersebut Kapolres Payakumbuh Alex Pra­wira, Kajari Payakumbuh Suwarsono, Asisten II Elzadaswarman serta Kepala OPD terkait di Ling­kungan Pemerintahan Kota Payakumbuh.

Dalam rapat yang di­pimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dari ruang si­dang utama Kemendagri tersebut menyampaikan kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan optima­lisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mengendalikan inflasi yang terjadi di daerah.

Mendagri menjelaskan bahwa semua pihak harus bersama-sama me­lakukan langkah antisipatif dalam menekan dan menangani inflasi. Hal tersebut menjadi instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo untuk ditindaklanjuti.

”Pesan kami bagi rekan-rekan di daerah, jadikan isu inflasi ini sebagai isu prioritas sehingga u­paya pena­nganannya pun dilakukan secara matang seperti saat menangani pandemi CO­VID-19,” ujar Tito

Tito menyampaikan be­be­rapa point yang jadi pedo­man bagi pimpinan di da­e­rah dalam menangani in­flasi di wilayah masing-ma­sing, di antaranya me­ngo­ptimalisasi TPID de­ng­an rutin menggelar rapat.  “Bagi Kepala Daerah ja­ng­an ragu untuk lakukan ra­­pat secara berkala di wi­la­yahnya dengan seluruh sta­keholder terkait,” katanya.

Kemudian, mengaktifkan satgas pangan, memastikan BBM subsidi tepat sasaran sampai ke masyarakat yang tidak mampu, gerakkan dan galakkan penghematan energi di daerah. Lalu, massifkan gerakan tanam pangan cepat panen sebagai upaya untuk mencukupi ketersediaan pa­ngan rumah tangga dan mengintensifkan jaring pengaman sosial.

Dikesempatan yang sama, Pj. Wako Rida A­nanda mengatakan harga bahan pokok di Kota Pa­yakumbuh sudah mulai stabil. Dimana sebelum­nya, harga cabai dan ba­wang sempat mengalami kenaikan, kini telah stabil.

”Alhamdulillah, harga-harga sudah mulai turun. Pertama yang membuat inflasi paling tinggi itu cabai sama bawang dan saat ini harganya sudah stabil,” kata Rida  ”Jika melihat data yang dipaparkan oleh BPS Pusat dan Kemendagri tadi, saya agak terkejut karena angka inflasi di Sumatera Ba­rat masih bergejolak, pa­dahal di Payakumbuh kita sudah stabil dari harga pangan dan komoditi. Kita juga telah melakukan penanaman pangan di ling­kungan pemerintah dan rumah masyarakat, serta melakukan pemantauan terhadap kondisi harga pangan di Kota Payakumbuh untuk memastikan harga stabil,” ungkap Rida.

Ia mengatakan, bahwa Pemko Payakumbuh intens melakukan monito­ring ketersediaan bahan pokok. Sebab, jika bahan pokok mengalami kelangkaan, maka dapat berdampak pada kenaikan harga. ”Kita bersama dinas terkait selalu monitoring terus untuk menjaga kestabilan harga pangan pokok, Harapan kita memang terkendali, tidak menaikkan inflasi dan harga kembali stabil. Sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat,” pung­kasnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top