Menu

Kementerian Dukung Progres Pembangunan Kota Padangpanjang, Wako Fadly Amran Prakarsai Strategi Peningkatan Kesehatan, Ekonomi dan Pariwisata

  Dibaca : 167 kali
Kementerian Dukung Progres Pembangunan Kota Padangpanjang, Wako Fadly Amran Prakarsai Strategi Peningkatan Kesehatan, Ekonomi dan Pariwisata
Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran BBA bersama anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyerahkan buku strategi peningktan kesehatan di Kota Padangpanjang kepada Kementerian Kesehatan.

Menyikapi tekanan situasional negara, Walikota Padangpanjang Fadly Amran, terus bekerja keras menyusun strategi pembangunan Kota Padangpanjang di masa pandemi Covid-19. Melangkah menggandeng Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian merupakan satu solusi terlaksananya program peningkatan ekonomi, pariwisata dan kesehatan di Kota berjuluk Serambi Mekah itu.

Refocusing anggaran telah terjadi di pemerintahan sebagai langkah penyeimbang pembangunan. Kondisi tersebut, tentunya akan menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang, di bawah Kepemimpinan Walikota Fadly Amran, terus bekerja lebih ekstra menyusun strategi peningkatan di sejumlah sektor ekonomi, pariwisata dan kesehatan di Kota Padangpanjang.

Wako Fadly Amran mengungkapkan, untuk dapat terealisasi dengan maksimal sejumlah program pembangunan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan, Pemko Padangpanjang telah menggandeng pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pelaksanaan strategi pembangunan.

Keseriusan Pemko Padangpanjang dalam penanganan kesehatan tergambar dari pemaparan Fadly Amran. Disampaikan, rencana Pemko Padangpanjang untuk membangun Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) sebagai sarana yang sangat dibutuhkan bagi RSUD di kota ini.

“Selain untuk mengurangi angka kematian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat tidak tersedianya instalasi khusus penanganan bedah kasus emergency. Dan tingginya angka rujukan, karena terbatasnya sarana prasarana penunjang diagnostik. Pembangunan kedua gedung tersebut, juga untuk mendekatkan akses gedung IGD yang saat ini lokasinya agak terpisah dari gedung induk RSUD,” ujar Fadly.

Dengan keterbatasan anggaran APBD, sebut Fadly, akibat refocusing anggaran yang diperuntukkan bagi penanganan Covid-19, maka bantuan anggaran melalui dana DAK fisik Kemenkes tahun 2022 sangat diharapkan guna mewujudkan IBS dan IDT ini. “Untuk pembangunan dua gedung ini, membutuhkan dana Rp 80 miliar. Master plan dan detail engineering design (DED)-nya sudah ada,” ungkap Fadly.

Fadly mengungkapkan, RSUD tidak hanya melayani masyarakat Padangpanjang, tapi juga masyarakat kabupaten dan kota di sekitar. Sementara dengan jumlah dokter spesialis yang cukup banyak dan cakupan kesertaan masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditandai dengan tingginya angka Universal Health Coverage, maka sangat memungkinkan layanan di RSUD dikembangkan lebih baik dan lengkap dengan layanan yang komprehensif.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi keseriusan penanganan kesehatan di daerah, khususnya Sumbar, termasuk di Kota Padang Panjang. Atas paparan Walikota Padangpanjang, Menkes Budi menyambut dengan baik dan menyampaikan pada tahun 2022 ketersediaan anggaran dan DAK Kemenkes, mempertimbangkan keseriusan daerah dalam penanganan kesehatan.

“Insya Allah kami akan membantu. Tapi karena saat ini ada refocusing atau pemotongan anggaran untuk Covid-19, maka belum bisa semua kami membantunya. Jadi untuk saat ini saya akan bantu bagi kabupaten dan kota yang fasilitas kesehatannya tidak lengkap,” ujar Budi.

Peningkatan Ekonomi Melalui SKAPP
Sementara itu terkait strategi pembangunan ekonomi di Kota Padangpanjang, Walikota, H Fadly Amran, saat ini telah menjalin komunikasi intens dengan Menteri BUMN Erick Thohir, mengizinkan pengembangan Stasiun Kereta Api Padang Panjang (SKAPP).

Permintaan izin pemanfaatan aset PT KAI (Kereta Api Indonesia) melalui Kementerian BUMN ini, karena sejumlah aset nya memiliki potensi sebagai destinasi wisata. “Rencananya akan dibangun museum kereta api sebagai bagian pengembangan kawasan wisata alam dan sejarah perkeretaapian Padangpanjang,” ujar Fadly dalam pertemuan yang difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar, H Andre Rosiade SE di Kantor Kementerian BUMN, baru baru ini.

Pada kesempatan itu Fadly memaparkan rencana induk pengembangan SKAPP ini yang dibagi menjadi empat area. Untuk Area A yang meliputi kawasan Stasiun KA PT.KAI hingga Jembatan Tinggi, dikembangkan berupa museum dan taman teknologi kereta api bergigi, diorama dan multimedia sejarah kereta api, Gerbong KA untuk counter aneka kuliner, counter cinderamata, counter informasi pariwisata.

“Untuk Area B dan C yang meliputi kawasan Rumah Dinas PT.KAI, disulap menjadi premium guest house, premium café/restaurant, galeri songket sulaman cenderamata Minangkabau, gedung pertemuan/pameran. Di Area D di Monumen Korban Kecelakaan KA, dijadikan Taman Monumen Makam,” terang Fadly.

Asumsi nilai investasi untuk pengembangan kawasan ini, tambah Fadly, senilai Rp 3 miliar. Prinsip pengelolaannya dilakukan secara komprehensif, sehingga memberi keuntungan optimal secara ekonomi bagi masyarakat. Sekaligus perlindungan yang berkelanjutan terhadap situs warisan dunia.

“SKAPP sudah ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO bagian Ombilin Coal Mining Heritage (OMCH) pada zona B yang berisi fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian. SKAPP ini juga masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan (Rippar) Padang Panjang 2020-2025 sebagai kawasan strategis pariwisata kota (KSPK),” sebut Fadly.

Sementara itu Menteri Erick Thohir berkomitmen untuk membantu program-program percepatan pembangunan daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padangpanjang. Sehingga pemerataan pembangunan yang direncanakan Presiden Joko Widodo, bisa terealisasi dengan baik dan berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Kemenparekraf Siap Promosikan Event Wisata Padangpanjang
Sementara di sektor pariwisata, Fadly Amran juga telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Kemenparekraf telah menyatakan dukungan dan siap membantu mempromosikan event-event pariwisata di Kota Padangpanjang,” sebut Fadly Amran seraya mengatakan dukungan tersebut, dikatakan langsung Deputi Promosi Wisata dan Event Kemenparekraf RI, Ir Rizki Handayani, MTBM.

Pertemuan, Walikota dengan Kemenparekraf dalam wujud menyampaikan potensi wisata yang dapat dikembangkan di Padangpanjang, seperti Desa Wisata Kubu Gadang, Desa Budaya Sigando, situs sejarah Stasiun Kereta Api, Pusat Dokumentasi dan Informasi Minangkabau (PDIKM), maupun objek-objek wisata lainnya di Kota Serambi Mekkah ini.

Sementara menindaklanjuti paparan Wako Fadly Amran, Kemenparekraf menilai, sebagai salah satu simpul Sumatera, Padangpanjang yang memiliki jejak literasi kota juga memiliki jejak wisata sejarah dan pendidikan yang sangat potensial. Event-event budaya yang dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dapat terus dikembangkan sebagai ikon kota ini.

“Melihat potensi yang luar biasa itu, kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang Panjang dan siap membantu mempromosikan event-event pariwisata di Padangpanjang, baik secara nasional maupun ke mancanegara,”ujar Rizki.

Selain memaparkan potensi pariwisata, kunjungan itu juga dalam pengajuan proposal serta meminta dukungan terhadap kegiatan Temu Penyair Asia Tenggara 2 (TPAT 2) yang direncanakan digelar menyemarakkan Hari Jadi Kota (HJK) ke-231. TPAT 2 dijadwalkan dilaksanakan pada November 2021 mendatang. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional