Close

Kementan Kembangkan Bawang Varietas Batu Ijo di Sumbar

KUNJUNGAN BALITBANGTAN— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Balitbangtan Kementan RI. DR. Husnain, MSc di Istana Gubernur, Senin (20/9).

SUDIRMAN, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi menyambut baik upaya Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Balitbangtan Kementan RI untuk mengembangkan bawang varietas unggul Batu Ijo di daerah itu guna meningkatkan pro­duktifitas hingga mening­kat­kan pendapatan petani.

“Varietas ini bisa meningkatkan hasil panen ba­wang petani dari awalnya sekitar 12 ton per hektare menjadi 18 ton perhektare. Ini tentu akan menguntungkan petani di Sumbar,” katanya saat menerima Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Balitbangtan Kementan RI. DR. Husnain, MSc di Istana Gubernur, Senin (20/9).

Ia mengatakan selama ini Sumbar telah dikenal sebagai sentra bawang di Sumatera. Dengan varietas unggul tersebut pro­duktifitas akan meningkat tajam sehingga bisa menembus pasar lebih luas.

“Selain varietas, kita juga minta ada dukungan dari pemanfaatan teknologi tepat guna serta hilirisasi produk yang akan bisa menarik minat dari generasi muda untuk terjun dalam bidang ini,” ujarnya.

Mahyeldi menyebut saat ini Sumbar mulai keku­rangan petani karena itu ge­nerasi muda harus diajak untuk mengembangkan sektor ini dengan memanfaatkan teknologi.

Kepala Balai Besar Sum­ber Daya Lahan Pertanian Balitbangtan Kementan RI. DR. Husnain, MSc, msngatakan varietas Batu Ijo memang belum banyak dikenal namun memiliki banyak keunggulan seperti umbi yang lebih besar dan rasa yang tidak jauh berbeda dari bawang lokal.

Pengembangan varietas itu juga dilakukan dengan memanfaatkan tek­nologi ramah lingkungan sehingga bisa menurunkan penggunaan pupuk pestisida yang berbahaya bagi kesehatan.

“Kita coba kembangkan ini di Tanah Datar, Sumbar yang daerahnya masih baru dalam pengembangan bawang sehingga ta­nah­nya juga belum banyak terkontaminasi oleh pestisida,” katanya.

Ia menyebut untuk pe­ngem­­bangan varietas itu akan difokuskan pada pe­nge­lolaan irigasi, pupuk dan ke­tahanan dari hama penyakit.

Varietas Batu Ijo dapat diusahakan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (501000 m dpl). Umur panen 65 – 70 hari, tinggi tanaman 45-60 cm, banyak anakan sampai lima umbi/rumpun.

Kondisi tanah yang diinginkan tanaman bawang merah yaitu berdrainase baik dan subur, tekstur lempung berpasir dan struk­tur remah dengan pH 6,0 – 6,5.

Karena itu tanaman bawang merah varietas Batu Ijo dapat ditanam di lahan sawah, lahan kering atau lahan tegalan pada jenis tanah bervariasi.

Turut hadir, Kepala Dinas TPHP Sumbar Syafrizal, Kepala Balitbang Pro­vinsi Sumbar, Reti Wafda, BBDSLP Bogor Prof. DR. IR. Muhrizal Syarwani, MSc beserta tim BPTP Sumbar. (fan/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top