Menu

Kemenaker Mencatat 3,2 Juta Pekerja Sudah Terima BSU

  Dibaca : 50 kali
Kemenaker Mencatat 3,2 Juta Pekerja Sudah Terima BSU
HADIRI—Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah saat menghadiri pembuka acara.

JAKARTA, METRO–Menteri Ketena­ga­ker­ja­an Ida Fauziyah menya­takan bahwa realisasi se­mentara penyaluran program bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021 telah men­capai 3.251.563 orang pe­kerja/buruh.

Jumlah itu merupakan 37,4 persen dari total target penerima BSU seba­nyak 8,7 juta orang. Penya­luran BSU 2021 hingga saat ini sudah melewati tahap ketiga. Jika dirinci, tahap I telah tersalurkan kepada 947.436 penerima, tahap II tersalurkan kepada 1.145.­598 penerima, dan tahap III tersalurkan kepada 1.­158.529 penerima.

Penyaluran BSU 2021 Tahap I dan tahap II di­transfer langsung kepada pekerja/buruh penerima BSU yang memang telah memiliki rekening eksisting di salah satu Bank Himbara (Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI atau Bank BTN). Sedangkan penyaluran Ta­hap III dilakukan melalui skema pembukaan reke­ning kolektif (Burekol) bagi para pekerja/buruh pene­rima BSU yang belum me­miliki rekening di salah satu Bank Himbara. “Alham­dulillah, penyaluran BSU di tahap ketiga melalui skema burekol sudah berjalan,” kata Ida.

Menurut dia, di Sema­rang dia sempat meninjau pelaksanaan burekol ini di ma­na pihak bank Himbara melakukan jemput bola ke pe­rusahaan-perusahaan yang memang pekerja/bu­ruh pe­ne­rima BSU-nya belum memi­liki rekening Bank Him­bara.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga protokol kesehatan, agar tidak terjadi kerumunan, dan mempermudah pro­ses aktivtasi rekening bu­rekol,” kata Menaker Ida di Jakarta, Selasa (7/9).

Lebih lanjut, Menaker Ida mengingatkan bahwa untuk menghindari terja­dinya duplikasi penerima manfaat program BSU 2021 dengan program bantuan sosial lainnya, maka sesuai dengan Permenaker 16 2021, penerima BSU diprio­ritas­kan bagi pekerja/bu­ruh yang belum menerima manfaat program Kartu Prakerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan Program Keluarga Ha­ra­pan (PKH).

 “Untuk memitigasi ter­jadi duplikasi penerima dan sebagai upaya agar program BSU ini tepat sasaran, kami memang melakukan pemadanan data calon penerima BSU dengan database penerima program Kartu Prakerja, program BPUM, dan PKH,” kata dia.

Dia mengeaskan hal itu dilakukan semata-mata agar program pemerintah dalam rangka PEN ini men­cakup keseluruhan kelom­pok masyarakat yang ter­dampak pandemi COVID-19. Menaker Ida menga­takan bahwa proses monitoring pelaksanaan program BSU terus dilakukan salah satunya dengan me­ngunjungi langsung para pekerja/buruh yang mene­rima manfaat BSU. BSU sendiri dinilai membantu pada pekerja/buruh di ma­sa pandemi ini, terlebih lagi atas adanya penerima PP­KM sebagai upaya me­nekan penyebaran CO­VID-19.  “Sebagian besar BSU digunakan teman-te­man pekerja/buruh untuk memenuhi kebutuhan da­sar rumah tangga me­re­ka” ujar Ida Fauziyah. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional