Close

Kemenag Usul Biaya Haji jadi Rp 42 Juta

Illustarsi.

JAKARTA, METRO–Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan tarif baru Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1443 hijriah atau 2022. Usulannya, biaya haji turun dari yang semula sebesar Rp 45 juta menjadi Rp 42 juta.

Hal itu diungkap Dir­jen Penyelenggaraan Iba­dah Haji dan Umrah Ke­menag, Hilman Latief dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/3).

“Kami siapkan alternatif usulan BPIH 2022 dengan asumsi tidak ada prokes. Dengan ringkasan total BPIH per jemaah adalah untuk 2020 adalah Rp 69 juta, maka untuk 2022 sekitar Rp 83 juta. Dan untuk BPIH dibayarkan jemaah Rp 45 juta menjadi Rp 42 juta,” ungkap Hilman.

Nilai tersebut turun dari usulan Februari 2022. Saat itu Kemenag mengusulkan hiaya haji yang dibayarkan oleh jamaah sebesar Rp 45.053.368. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan dengan seluruh komponen protokol Covid-19 yang diterapkan.

Menurut Hilman, usulan biaya haji Rp 42 juta diasumsikan dengan kuota haji yang didapat Indonesia sebanyak 100 persen. Asumsi ini dibuat karena belum ada kepastian pe­nyelenggaraan ibadah haji dari pemerintah Arab Saudi.

“Jika tidak capai 100 persen kami siap untuk itung ulang BPIH dengan jumlah kuota yang sudah diperoleh,” imbuh Hilman.

Di sisi lain, dikatakan Hilman, Kemenag belum mendapat kepastian terkait jumlah kuota haji untuk warga negara Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi. Namun, ia mengaku optimis warga negara Indonesia mendapat kuota haji pada tahun ini walaupun jumlahnya masih terbatas.

“Kami optimis tahun ini ibadah haji akan diselenggarakan. Sebab, Arab Saudi sudah mencabut protokol Covid-19 bagi pendatang. Di dalam negeri sen­diri, pemerintah telah sedikit melonggarkan kebijakan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN),” tukasnya. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top