Close

Kemenag Sawahlunto Imbau Pondok Al Quran Miliki Ijin Operasional

Wisuda Tahfiz di Desa Lunto Timur.

SAWAHLUNTO, METRO–Kementerian Agama Ko­ta Sawahlunto mengimbau Lembaga Pendidikan Al Qur­an termasuk Taman Pendi­dikan Al Quran (TPQ) dan Rumah Tahfiz agar memiliki ijin operasional.

“Baru 4 Rumah Tahfiz Al Quran di Sawahlunto yang mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama,” ujar Kasi PD Pontren, Azwir me­wakili Kakankemenag pada acara wisuda Tahfiz TPQ Ar-Rahman Desa Lunto Timur yang digelar secara terbatas di halaman Ponpes Ababil Lunto, Rabu (15/9).

Menurutnya, ber­da­sar­kan petunjuk teknis terbaru, mengacu kepada Surat Ke­putusan Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pe­nyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an dijelaskan, izin operasional TPQ atau lebih tepatnya disebut Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) memuat berbagai ketentuan berkenaan dengan pen­di­dikan Al Qur’an.

 ”Setidaknya ada 6 lem­baga yaitu; TKQ, TPQ, TQA, Rumah Tahfidz, PAUDQu dan Pondok Pesantren Tahfiz,” terangnya.

Diantara syarat perijinan itu sebut Azwir yaitu surat pengantar, profil lembaga, tenaga pengajar, santri serta sarana prasarana.

Terkait wisuda tahfiz, da­lam sambutannya Azwir meng­apresiasi upaya Desa Lunto Timur yang telah be­rupaya melahirkan kader-kader baru yang hafal Al Quran.

“Mudah-mudahan kegia­tan keagamaan di Sawah­lunto terus berkembang nan­tinya,” pungkasnya.

Mewakili Walikota, Kabag Kesra Setdako Sawahlunto, Irwan menyampaikan, pe­me­rintah daerah akan men­fasilitasi pendirian rumah tahfiz selama memenuhi persyaratan yang telah di­ten­tukan.

“Saat ini sudah ada 28 rumah tahfiz di Sawahlunto yang telah berdiri,” ulasnya.

Irwan berharap, masalah keagamaan seperti rumah tahfiz dapat berkembang di Sawahlunto.

Panitia pelaksana Busta­mi mengatakan, Wisuda Tahfiz Pondok Pendidikan Al Quran (PPQ) Desa Lunto timur yang dipusatkan di Masjid Ar-Rahman merupa­kan wisuda perdana.

“Ada 19 orang yang diwi­suda hari ini, 16 orang wisuda 1 juz, sisanya 2 juz.

“Saat ini jumlah santri kami ada 35 orang, untuk pertemuan tatap muka ha­nya sekali se­minggu dengan tena­ga pe­ngajar berasal dari pen­duduk setempat,” pung­kas­nya.

Turut hadir Camat Lem­bah Segar, Afriandes, Ang­gota DPRD Kota Sawahlunto, Adefron, Kades Lunto Timur, Wetrianto beserta pemuka masyarakat setempat. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top