Menu

Kembangkan Sektor Ketenagalistrikan dan Perbankan, PLN dan Bank Mandiri Sepakat Lakukan Knowledge Sharing

  Dibaca : 117 kali
Kembangkan Sektor Ketenagalistrikan dan Perbankan, PLN dan Bank Mandiri Sepakat Lakukan Knowledge Sharing
M Ali Ramdhani

WAHIDIN, METRO–PT PLN (Persero) ber­sama PT Bank Mandiri Tbk menandatangani nota ke­se­pahaman kerja sama Knowledge Sharing Kete­nagalistrikan. Kolaborasi dua BUMN besar di Indonesia ini, diharapkan dapat berkontribusi pada pe­ngem­bangan sektor ke­tena­galistrikan, perbankan dan berbagai sektor lain­nya dalam rangka meng­gerakkan roda pereko­nomian di Indonesia.

Dengan kerja sama ini, PLN dan Bank Mandiri akan melakukan knowledge tran­sfe, FGD, sharing session, pertukaran data, informasi dan publikasi yang  dila­kukan secara periodik da­lam lingkup sektor kete­nagalistrikan, keuangan ataupun lingkup lainnya, baik jangka pendek mau­pun jangka panjang.

Penandatanganan dila­kukan oleh Direktur Ke­uangan dan Manajemen Risiko PLN, Sinthya Roesly dan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Su­sana Indah secara daring pada Selasa (29/06).

Selama ini, PLN dan Bank Mandiri telah beker­jasama melakukan pela­tihan, benchmarking, dan workshop dalam bidang keuangan, pengelolaan aset, central policy, mana­jemen risiko, kebijakan SDM dan teknologi infor­masi.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Sinthya Roesly mengatakan, ben­tuk kerja sama PLN dan Bank punya makna berbagi informasi yang sangat lu­as. Mulai dari informasi pertumbuhan bisnis, target pasar, hingga proyek infra­struktur sebagai target pembiayaan sektor per­ban­kan yang juga menjadi indikator gerak pertum­buhan ekonomi dan bisnis.

“Kami banyak belajar dari Bank Mandiri yang memiliki Mandiri Institute. Dari situ, memberi gam­baran kepada PLN terkait update informasi pasar, terutama sektor keuangan, dan fundamental pereko­nomian baik makro mau­pun mikro yang bisa men­jadi gambaran untuk me­nyi­kapinya secara kor­porasi dalam konteks bis­nis,” katanya dalam sam­butan penandatanganan ‘MoU Knowledge Sharing Ketenagalistrikan’ secara daring, Selasa (29/6)

PLN dan Bank Mandiri memiliki kepentingan per­tu­karan informasi dan kola­borasi untuk mendorong pengembangan bisnis ma­sing-masing perusahaan. Pasalnya, PLN memiliki aset dengan nilai lebih dari Rp 1.600 triliun dan sumber daya manusia termasuk tenaga alih daya (TAD) mencapai hampir 200.000 orang.

PLN juga memiliki pe­langgan 80 juta, di mana capital menjadi leading indicator. Itu karena praktis struktur biaya seluruh pe­lang­gan PLN akan menen­tukan bagaimana indikator perekonomian Indonesia dapat diprediksi lebih awal.

Ia menambahkan, s­i­nergi PLN dengan Bank Mandiri juga memberikan banyak peluang sehingga memberikan kemas­laha­tan bagi kedua perusa­haan.

“Eksekusi operasional, bagaimana nasabah Bank Mandiri yang juga menjadi pelanggan PLN dapat sa­ling membantu memitigasi risiko di kedua belah pihak. Bisa juga PLN dan Bank Mandiri bekerja sama da­lam menarik jaringan pe­langgan baru, analisis ber­sama agar dapat menge­lola risiko lebih baik,” papar­nya.

Direktur Corporate Ban­king Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati me­ngapresiasi kepercayaan PLN atas kerja sama ter­jalin bersama Bank Man­diri. Menurutnya, Bank Mandiri telah mendukung pertumbuhan bisnis mau­pun ekosistem PLN.

Pertumbuhan bisnis PL­N dinilai meningkat sangat luar biasa. Sebagai contoh, transaksi forex pada tahun lalu yang mencapai USD 3,3 miliar melalui Bank Mandiri.

Kemudian nilai collection melalui Bank Mandiri mencapai Rp 8 triliun tiap bulan, atau sekitar 30 per­sen dari total collection PLN. Ini berarti secara transaksi treasury menca­pai 40 persen.

“Setelah MoU ini ter­jalin, kami berharap akan ada berbagai kerjasama yang lebih erat dan intensif baik dalam bentuk workshop, training, FGD dan kolaborasi lain yang dam­paknya sangat besar bagi Bank Mandiri. Karena kami dapat melihat secara lebih jelas dan mengetahui lebih luas dan dalam industri ketenagalistrikan beserta supply chain yang terlibat didalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, seiring dengan strategi PLN men­do­rong proyek energi baru terbarukan (EBT), Bank Mandiri akan memberikan perhatian lebih untuk sek­tor ini.

Susana menjelaskan, sejauh ini Bank Mandiri telah memiliki portofolio pembiayaan di pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) dan pembangkit listrik te­naga surya (PLTS).

Berdasarkan data Bank Mandiri, penyaluran pem­biayaan untuk sektor kelis­trikan di Indonesia men­capai Rp 800 triliun. Untuk itu ke depannya, Bank Man­diri akan mendorong pem­biayaan proyek k­e­listri­kan berbasis EBT.

“Harapannya Bank Man­diri dapat men-support EBT lebih baik lagi, terkait juga dengan target PLN bisa mendukung program bau­ran energi baru terbarukan 23 persen pada 2025,” tam­bahnya.(ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional