Menu

Kembangkan Potensi Udang di Sumbar

  Dibaca : 79 kali
Kembangkan Potensi Udang di Sumbar

LAMPUNG, METRO–Potensi tambak udang di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ada sejauh seki­tar 2.312,21 km garis pantai di tujuh kabupaten kota.  Yakni, di Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Ka­bupaten Padangpariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasa­man Barat dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Melihat potensi ini, sudah saatnya Sumbar meningkatkan kesejah­te­raan masyarakat nelayan dengan meningkatkan pro­duksi tambak udang modern yang sesuai aturan dengan menjaga prinsip lingkungan alam,” ungkap Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah, saat kunjungan kerja melihat tambak udang modern pe­duli lingkungan seluas 60 hektar di Kabupaten Tang­gamus, Provinsi Lampung, Sabtu (12/6).

Hadir dalam kesem­patan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Peri­ka­nan Kabupaten Tangga­mus, pimpinan tambak udang modern Merry War­t­i, Pimpinan Produksi Pa­kan Gold Coin Feed, Ke­pala Dinas Lingkungan Hi­dup (DLH) Provinsi Sum­bar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Kepala Balitbang Provinsi Sumbar, Kepala DPM PTSP Provinsi Sumbar, Kepala Dinas PUPR,l Provinsi Sum­bar, Kepala Biro Pem­ba­ngu­nan Setdaprov Sum­bar, Biro Adpim Setdaprov Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, kapanpun segala usaha untuk ketersediaan pangan akan selalu mendapat tem­pat dalam pasar dunia. Me­­nurut Kementerian Ke­lautan Perikanan (KKP), udang salah satu jenis ke­ter­sediaan pangan. Pasar­nya sangat terbuka baik lokal, nasional dan inter­nasional. Provinsi Sumbar memiliki potensi besar untuk itu.

“Potensi usaha budi­daya tambak udang di Sum­­bar cukup besar. Ke de­pan dalam usaha ini mesti ada aturan yang jelas mulai dari nagari, kabupaten/kota dan pro­vinsi. Karena penting untuk menjaga kelestarian ling­kungan,” tegas Mahyeldi.

Mahyeldi juga menga­takan, saat ini, potensi usaha tambak udang amat baik. Namun untuk me­majukan semua itu butuh investasi dan diharapkan para perantau seperti Mer­ry (petambak modern Lam­pung) ini dapat ikut ser­ta memajukan kam­pung halaman.

“Melalui dinas terkait kita akan rapatkan dengan tujuh bupati dan wali kota di Sumbar dalam melihat po­tensi dan peluang tam­bak udang ini. Mesti ada kajian pemetaan yang kong­krit soal tata ruang di se­tiap daerah. Sehingga, mem­buka minat agar in­vestasi lebih terjamin, ling­kungan terjaga, pere­kono­mian da­erah maju dan ke­se­jahte­raan masyarakat me­ning­kat,” ungkap Mah­yeldi.

Kepala DLH Provinsi Sumbar Ir. Siti Aisyah, MSi mengatakan, beberapa ta­hun terakhir ini usaha tam­bak udang di Sumbar mulai mengeliat. Namun, masih belum ada aturan yang jelas terkait tata ruang penerapan menjaga keles­tarian lingkungan hidup.

“Kita tahu budidaya tambak udang ini usaha masyarakat yang jika dike­lola secara baik akan me­ning­katkan kesejahteraan. Walaupun saat ini masih bersifat illegal belum ada perizinan­nya, kita coba cari solusi dan mendorong pemerin­tah kabupaten/kota mela­kukan kajian tata ruang ser­ta membuat atu­ran yang jelas, agar dam­pak usaha ini tidak meru­sak lingkungan,” ingatnya.

Siti Aisyah juga me­ngatakan, usaha tam­bak udang di Sumbar cukup menjanjikan. Saat ini, akan dilakukan pembinaan dari sisi regulasi, sesuai aturan yang ada. Ke depan soal perizinan, DLH Provinsi Sumbar akan ikut terlibat dalam memberikan reko­mendasi tata ruang dam­pak lingkungan bersama pemerintah daerah dan Kementerian KP.

“Usaha budidaya tam­bak udang di Sumbar juga telah diadukan beberapa Lembaga Swadaya Mas­yarakat (LSM) peduli ling­kungan. Pihak berwajib juga telah mendatangi kita soal ini. Knjungan kita ke tambak modern di Lam­pung ini menjadi salah satu point memberikan ma­su­kan kepada para pengu­saha tambak dan penyu­su­nan penerapan regulasi kepada pemerintah kabu­paten/kota di Sumbar. Ka­rena tambak udang di Lam­pung telah menerapan sistem yang baik dalam penanganan limbah. Ter­masuk, pemusnahan bah­teri limbah dengan me­man­faatkan metode utra­violet,” terangnya.

Ia juga mengingatkan, perlu juga melakukan ka­jian dan perhatian terha­dap daya dukung dan daya tampung usaha budidaya tambak udang ini. Sehingga dapat melakukan pengen­dalian mengurangi dampak negatif terhadap pence­maran yang terjadi.

“Kepada pemerintan kabupaten kota agar mela­kukan inventarisasi, kajian yang komperhensif tata ruang usaha tambak udang ini. Karena ini kewenangan mereka. Kita di Pemprov Sumbar hanya  bersifat mendorong serta juga me­la­kukan pengendalian dan menguji aktifitas usaha ini dari dampak terhadap ra­mah lingkungan,” tegas­nya.

Petambak Udang Modern di Lampung, Merry War­ti menyampaikan, usa­ha tambak udangnya telah dimulai dengan enam ko­lam. Saat ini telah berkem­bang baik dengan produksi semakin meningkat de­ngan tetap memperhatikan me­ne­rapkan aturan serta men­jaga dampak ling­ku­ngan.

“Usaha tambak udang ini telah menginspirasi un­tuk ikut berkontribusi me­majukan pembangunan daerah. Baik menjaga ke­les­tarian lingkungan juga memperhatian kese­jah­teraan masyarakat. De­ngan taat aturan, hasil tam­bak udangnya cukup men­jadi perhatian dan kualitas yang dihasilkan semakin baik,” ujarnya.

Merry juga menga­ta­kan, potensi usaha tambak udang di Sumbar tentunya sangat menjanjikan. Na­mun diharapkan pemerin­tah daerah secepatnya menyiap segala sarana pendukung usaha tersebut dengan aturan yang jelas dan menyiapkan sistem pasar yang tumbuh baik.

“Saat ini kondisi usaha tambak udang di Sumbar biaya produksinya masih tinggi dengan harga relatif masih rendah. Hal ini ka­rena penyediaan pakan dan pasar yang masih di­da­tangkan dari luar Sum­bar dan di Sumbar belum ada pengelola pasar usaha tambak udang yang me­miliki akses langsung,” ung­kapnya.

Sebelumnya, terkait bu­­di­daya tambak udang, Gu­­bernur Lampung, Arinal Dju­naidi mengatakan, ek­spor produk perikanan Pro­vinsi Lampung pada tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton atau senilai 2,305 triliun. Di mana 85,26% dari komo­ditas ekspor tersebut ada­lah udang.

Volume ekspor udang di Lampung sebesar 14.910,9 ton, dengan nega­ra­ tujuan Amerika Serikat, Je­pang, dan Uni Eropa. Berdasarkan perban­di­ngan volume eks­por peri­ka­­nan Provinsi Lam­pung tri­­wulan 1 Tahun 2020 de­ngan Triwulan I Tahun 2021 mengalami pening­katan volume ekspor sebe­sar 4,7%. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional