Close

Kembangkan Bisnis Bidang Agro Maritim, Wako Rangkul IPB

TANDA TANGAN— Wako Pariaman Genius Umar menandatangani MoU dengan Rektor IPB. (efa nurza/posmetro)

PARIAMAN, METRO – Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan pemko menjalin kerjasama dengan ditandatanganinya nota kesepahaman dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kota Bogor.

”Perguruan tinggi dan pemerintah daerah bekerjasama, maka banyak penelitian yang bisa diaplikasikan pada masyarakat,” kata Genius Umar.

Nota kesepahaman bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat ini didampingi oleh Kepala Bappeda, Fadli, Plt.Kadis Perkim dan LH, M.Syukri, Plt.Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan, Dasril, Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Alfian, dan Kabag Pemerintahan Setdako Pariaman, Afwandi.

”Kerja sama di bidang pendidikan akan kita kembangkan lagi program Saga Saja (satu keluarga satu sarjana) ke IPB ini, karena IPB juga memiliki pendidikan vokasi,” ujarnya.

“Di bidang penelitian, banyak hasil-hasil riset yang bisa diterapkan di Kota Pariaman seperti memaksimalkan hasil padi, budidaya ikan asli seperti gariang. Di bidang pengabdian masyarakat, kami bersedia mahasiswa IPB yang akan melaksanakan praktek lapangan di Kota Pariaman,” jelas alumni IPB ini.

Ia menginginkan Kota Pariaman menjadi green city karena luas kota cukup kecil, sehingga akan mudah mewujudkan sebagai kota hijau. Green city juga akan menunjang pariwisata di Kota Pariaman.

Rektor IPB, Arif Satria mengungkapkan kerja sama dengan Kota Pariaman ini banyak yang bisa dikembangkan melalui riset-riset pertanian.

”Kota Pariaman adalah daerah maritim, IPB sedang mengembangkan bisnis bidang agro maritim, sehingga Kota Pariaman sangat menunjang kami,” ungkapnya.

”Bisnis bidang Agro Maritim salah satunya adalah ikan sidat. Ikan sidat merupakan ikan paling mahal bila kita mampu menjualnya ke Jepang,” lanjutnya.

Perkembangan teknologi pertanian sekarang juga memakai teknologi 4.0 dengan sistem kontrol yang lebih canggih. “Teknologi 4.0 berkembang pesat di dunia. Negara Cina dan Israel merupakan dua negara rujukan untuk teknologi pertanian berbasis teknologi 4.0,” tutur Arif.

Sejalan dengan Rektor IPB, Ketua umum Indonesia-Japan Business Network, Suyoto Rais menyampaikan bahwa ikan sidat merupakan ikan paling mahal, dengan harga Rp. 700 ribu per kilogramnya.

“Indonesia baru bisa ekspor 10 ribu ton sedangkan keburuhan 200 ribu ton sehingga sangat potensial sekali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sedangkan Sidat paling bagus ada di perairan Sumatera dan Jawa,” tukasnya. Pada hari yang sama IPB juga menjalin kerja sama dengan PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan Indonesia-Japan Business Network. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top