Close

Kemah Seniman bakal Digelar di Payakumbuh, Ajang Silaturahmi dan Membangun Kolaborasi Antar Seniman

JUMPA PERS— Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti bersama Kabid Kesenian dan Diplomasi Kebudayaan, Ilfitra, Kasi Diplomasi Budaya, Vivieri Yudi menggelar jumpa pers dengan awak media, Selasa (9/11) di Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar.

PADANG, METRO–Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) me­lak­sanakan kegiatan Kemah Se­niman pada Kamis hingga Sabtu, (11-13/11), di Lapangan Komunitas Intro, Kota Payakumbuh. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti mengatakan, kegiatan kebudayaan melibatkan banyak orang, komunitas dan pihak lain. Untuk kegiatan Kemah Seniman nanti, merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar berdiri.  “Sejak Dinas Kebudayaan Sumbar berdiri belum sempat dilaksanakan. Kita berupaya melibatkan seniman dari berbagai seni pada Kemah Seniman nanti,” harap Gemala, saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Selasa (9/11) di Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar

Gemala berharap, kegiatan ini membuka ruang untuk besilaturahminya para seniman. Sehingga, melalui silaturahmi nantinya seniman bisa saling bekerjasama. Bagi yang tidak lagi berkarya bisa saling mengungkit kembali niat untuk ber­karya dan berkolaborasi dengan banyak pihak.. Gemala menambahkan, kegiatan kebudayaan ke depan harus dilakukan secara kolaborasi.

 “Jangan hanya seniman musik menggelar kegiatan dengan melibatkan seniman musik saja. Tapi bisa berkolaborasi dengan seniman film, pertunjukan dan teather. Harus bisa berkolaborasi menjadi satu paket. Termasuk kerjasama denga  perguruan tinggi untuk memulai kegiatan dengan by riset,” harapnya. “Kita juga tidak ingin komunitas A hanya libatkan komunitasnya saja,. Tetapi bisa berkolaborasi antara komunitas lainnya. Jangan yang tua dengan yang tua saja, tapi juga libatkan yang muda dan seluruh pihak. Itu yang diharapkan bisa terlaksana di berbagai kegiatan. Nah, inilah salah satu tujuan Kemah Seniman ini,” tambahnya.

Kemah Seniman ini, idenya sudah disampaikan kepada seniman. Mereka nantinya juga akan menjadi  kurator. “Mereka begitu semangat bekerja dan banyak ingin ikut terlibat dari berbagai provinsi lainnya. Tapi dengan masa pandemi Covid-19 kita batasi 200 peserta saja,” ujarnya.

Kabid Kesenian dan Diplomasi Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Ilfitra mengatakan, Kemah Seniman yang akan dilaksanakan di Lapangan Komunitas Intro, Kota Payakumbuh nanti akan dibuka oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi, bupati dan wali kota.

Kasi Diplomasi Budaya, Vi­vieri Yudi mengatakan, dalam sejarahnya Kemah Seniman dilaksanakan awalnya tahun 1983 di Provinsi Sumbar. Kemudian berlanjut dilaksanakan di Pro­vinsi Aceh. “Pelaksanaannya oleh Badan Kordinasi Kesenian Indonesia. Kemudian terhenti. Tidak tahu kenapa sebabnya. Alhamdulillah, tahun ini melalui Dinas Kebudayaan dilaksanakan kembali,” ungkap pria yang akrab dipanggil Mak Kari ini.

Vivieri menambahkan, peserta yang terlibat dalam kemah Seniman nanti ada dua cara. Pertama peserta undangan, yakni peserta yang direkomendasikan oleh masing maisng kurator dari bidang seni, musik tari, theater sastra, seni rupa dan seni tradisi.  “Jadi dengan jumlah total 200 peserta itu, pertama terdiri dari undangan dikurasi oleh kurator dengan persyaratan tertentu, yang terkait dengan eksistensi seniman dari karyanya,” ungkapnya.

Kemudian juga ada peserta terbuka. Yakni melalui pendaftaran. Namun bagi yang men­daftar, diseleksi kembali oleh korator masing-masing terkait eksistensi kesenimannya.

Yang membedakan Kemah Seniman sekarang dibandingkan sebelumnya. Dulu Kemah Seniman dilaksanakan di tempat kampung halaman tokoh-tokoh kesenian dan budayawan yang pernah berkontribusi untuk kesenian dan kebudayaan Sumbar.  “Seperti dulu dilaksanakan di Taeh, kampungnya tokoh seniman Khairil Anwar, juga ada di Talawi, kampung tokoh nasional M Yamin dan tempat lainnya. Sekarang Dinas Kebudayaan Sumbar melaksanakan di Kota Payakumbuh. Tidak mengikuti pola di mana tokoh itu berasal,” ungkapmnya.

Kemah Seniman tahun ini me­ngusung tagline “Mamba­suik dari Bumi.”. Artinya, kegiatan Kemah Seniman harus me­ng­apresiasi, mengeksplorasi dan mengekspos kekayaaan khasanah kebudayaan termasuk kesenian di daerah Kemah Se­niman itu dilaksanakan.  “Ti­dak hanya mengapresiasi, meng­­eksplorasi dan mengekspos kesenian saja, tetapi juga kulinernya. Kita juga mencari kurator yang berasal di daerah Kemah Seniman itu dilaksanakan. Tujuannya mendorong tumbuhnya kurator di daerah,” terangnya.  Vivieri juga menambahkan, Kemah Seniman tahun ini dengan tema “Alih Wahana Alih Wacana,” kegiatannya meliputi, pertunjukan, diskusi, juga ada workshop dan pame­ran.­(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top