Menu

Keluarga Korban Trigana Air Asal Sumbar Jalani Tes DNA

  Dibaca : 1475 kali
Keluarga Korban Trigana Air Asal Sumbar Jalani Tes DNA
Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi
????????????????????????????????????

Keluarga salah satu korban Trigana Air yang berada di Pessel, Sumbar menjalani tes DNA.

PAINAN, METRO–Petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar mendatangi rumah Armaita (36) dan Epiardi (30), warga Kampung Calau, Nagari Puluik-Puluik Selatan, Kecamatan IV Jurai, Pessel yang jadi korban Pesawat Trigana Air yang menabrak bukit di Oksidial, Jayapura, Rabu (19/8).

Kedatangan Tim DVI bertujuan untuk melakukan tes DNA terhadap keluarga korban, sekaligus mengumpulkan data antemortem untuk dicocokkan dengan korban.

Tim DVI Polda Sumbar yang dipimpin AKBP Arios didampingi Kapolres Pesisir Selatan AKBP Deni Yuhasdi melakukan pendataan terhadap keluarga korban.”Kedatangan Tim DVI untuk mengambil data antemortem dua korban pesawat Trigana Air, untuk kemudian dicocokkan dengan korban,” ungkap Kapolres Pesisir Selatan AKBP Deni Yuhasdi.

Kapolres mengatakan, hasil dari antemortem DVI dan Dokkes Polda Sumbar akan dibawa ke Jakarta dan dicocokkan dengan korban. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi korban. “Untuk itu, secara umum dibutuhkan dua data yang saling berkaitan untuk mengidentifikasi korban, yakni antemortem dan postmortem,” kata Kapolres.

Antemortem adalah data-data fisik khas korban sebelum meninggal. Mulai dari pakaian atau aksesoris yang terakhir kali dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka, cacat tubuh, foto diri, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA. Data-data ini biasanya didapatkan dari keluarga korban.

Sedangkan data postmortem adalah data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal. Seperti sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto diri korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya dan sekitarnya, bahkan termasuk isi kantong pakaiannya.

Armaita berangkat ke Jayapura bersama kakaknya Epiardi untuk menyusul sang suami, Muslim (40), yang berjualan soto di Jayapura.

Di kampungnya, Armaita dikenal sebagai orang ramah dan sangat peduli dengan pendidikan anak- anaknya. Sebab itu, warga kampungnya sangat ketakutan ketika mengetahui Armaita jadi korban kecelakaan pesawat. (cr15)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional