Menu

Keluarga Korban Minta Oknum Dosen Unand Pembunuh Istri Dipancung

  Dibaca : 1007 kali
Keluarga Korban Minta Oknum Dosen Unand Pembunuh Istri Dipancung
Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi
Sidang ilmul khair -- web

Sidang terdakwa pembunuhan istri, Ilmul Khaer di Pengadinal Negeri Padang.

PADANG, METRO–Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang menolak eksepsi (keberatan) dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) Ilmul Khaer, yang didakwa membunuh istrinya Dewi Yuli Sartika, karyawan Bank BRI. Dalam persidangan, Rabu (18/11), tidak terjadi kericuhan. Hanya beberapa keluarga korban yang datang dan berteriak-teriak, untuk meminta hakim menjatuhkan hukuman pancung kepada terdakwa.

”Pembunuh. Pembunuh. Hakim, beri saja dia hukum pancung. Pancung kepalanya,” kata keluarga korban saat terdakwa berada dalam sel tahanan Pengadilan Negeri Padang.

Polisi yang terlebih dahulu tiba terlihat menjaga dan membentuk barisan di depan sel tahanan Pengadilan Negeri Padang. Selain itu polisi dan petugas Kejaksaan Negeri  yang berdiri di sel tahanan. Pada saat bersamaan salah seorang polisi terlihat mengangkat kedua tangan dan mengacungkam jempol untuk memberikan aba-aba, saat itulah terdakwa yang keluar dari sel tahanan dengan berlari dan masuk ruang sidang.

Setiba di ruang majelis hakim Pengadilan Negeri Padang, terdakwa duduk di kursi pesakitan dengan pengawalan ketat dari kepolisian. Dalam sidang beragendakan putusan sela, majelis hakim menolak eksepsi Penasihat Hukum (PH) terdakwa.

”Menyatakan keberatan dari terdakwa Ilmul Khaer Bin Abdul Latif tersebut tidak diterima. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara,” kata hakim ketua Badrun Zaini beranggotakan Yose Ana Roslinda dan Sri Hartati dan dibantu Panitera Pengganti Musinah.

Usai sidang terdakwa yang didampingi pengacaranya Wilson bersama tim, langsung dibawa oleh mobil polisi yang bersiap di samping ruang sidang. Setelah itu keluarga korban dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indah meninggalkan ruang sidang.

Dalam dakwaan JPU dijelaskan pembunuhan 4 April 2015. Sebelum membunuh, terdakwa membuat video bersama anaknya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional