Menu

Keluarga Korban Crane Mekkah Asal Sumbar Tunggu Santunan Arab Saudi Rp3,8 M

  Dibaca : 819 kali
Keluarga Korban Crane Mekkah Asal Sumbar Tunggu Santunan Arab Saudi Rp3,8 M
Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi
Nurhayati Rasad -- jamaah meninggal di mekkah web

Alharhumah Nurhayati Rasad, jamaah haji asal Sumbar yang meninggal akibat tertimpa crane di Mekkah, bersama sang anak jelang berangkat haji.

PADANG, METRO–Janji Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan santunan kepada korban insiden crane (alat berat) di Mekkah September 2015 lalu, belum juga terealisasi. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) berjanji untuk merealisasikan santunan tersebut sebelum musim haji tahun ini.

Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar Syamsuir mengatakan, Kepala Dirjen Haji Kemenag telah menemui Pemerintah Arab Saudi. Tujuannya, untuk menindaklanjuti janji santunan kepada korban crane. Di mana, santunan sebesar 1 juta riyal atau Rp3,8 miliar korban meninggal dunia dan 500.000 riyal atau Rp1,9 miliar untuk korban luka atau cacat.

”Sebelum musim haji tahun ini, santunannya direalisasikan. Kalau untuk nominalnya, sesuai dengan janji waktu itu. Kemudian, nanti dibayarkan juga santunan dari asuransi haji,” sebut Syamsuir saat dihubungi POSMETRO, Rabu (20/1).

Oleh sebab itu, dia meminta agar korban insiden crane di Mekkah asal Sumbar, bersabar terkait santunan ini. “Yang jelas, kita tetap perjuangkan santunan ini,” katanya.

Sebelumnya, akibat insiden crane di Mekkah tersebut, satu warga Sumbar menjadi korban meninggal dunia. Korban yang berangkat melalui embarkasi Padang itu bernama Nurhayati binti Rasyid Usman (70). Dia merupakan warga Kota Bukittinggi.

Salah satu anak dari korban crane, Ariadi kepada POSMETRO, mengaku belum ada kepastian tentang pemberian santunan untuk ibunya yang tergabung dalam Kloter IV gelombang I itu. “Sampai saat sekarang tidak ada pihak berkompeten memberikan keterangan resmi, kapan akan disalurkan asuransi Rp3 miliar tersebut,” ungkap Ariadi yang berharap ada kepastian, apakah asuransi itu benar atau hanya janji-janji.

”Sudah hampir 4 bulan tidak ada kejelasan. Kami hanya tahu dari media,” lanjutnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Kota Bukittinggi Muhammad Nur menyatakan, belum mendapat informasi resmi dari Bidang Haji Kakanwil Kemenag Sumbar tentang janji Pemerintah Arab Saudi membantu korban jamaah haji yang tewas di Mekkah.

”Informasi santunan dari Arab Saudi sampai sekarang belum ada. Meski demikian, kami dari Kemenag Bukittinggi sudah memberikan dana santunan sebesar Rp16 juta bagi korban yang terkena musibah crane,” pungkasnya. (da/cr7)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional