Menu

Keluarga Korban Crane asal Sumbar tak Pikirkan Santunan Rp3,8 M

  Dibaca : 645 kali
Keluarga Korban Crane asal Sumbar tak Pikirkan Santunan Rp3,8 M
DIES NATALIS VIRTUAL— Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri memimpin Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-66 UNP di auditorium kampus UNP, Jumat (23/10), yang dilakukan secara virtual.
Nurhayati Rasad -- jamaah meninggal di mekkah web

Alharmumah Nurhayati Rasyad bersama anaknya di Asrama Haji Tabubgm saat akan berangkat ke Mekkah.

AGAM, METRO–Seluruh korban jatuhnya crane (alat berat) di Masjidil Haram, Mekkah, disebutkan bakal mendapatkan santunan dari pemerintah Arab Saudi. Tak tanggung-tanggung, Raja Saudi Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah bakal mengalokasikan dana SR 1 juta atau Rp3,8 miliar untuk korban meninggal dan luka berat.

Informasi itu terlihat dari situs Arab Saudi, al-madina.com Rabu (16/9) pagi. Selain itu, bantuan uang tunai juga diberikan kepada korban yang mengalami luka. Kisaran yang diberikan, SR 500 ribu atau Rp1,9 miliar. Disebutkan, korban berasal dari Indonesia mencapai 41 orang, akibat musibah Jumat (11/9) itu.

Sayangnya, keluarga korban yang berada di Jorong Banda Tangah, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjungraya, Agam, belum mengetahui kabar tersebut. Yosi Anggraini (30), anak ketiga dari Nurhayati Rasad Usman (65), malah belum mendengar langsung informasi tersebut. Baik dari rekan almarhumah ibunya, Kementerian Agama, atau Pemerintah RI.

”Kami belum mendapatkan kabar langsung soal itu. Cuma, kami dengar dari dari TV dan baca-baca di media,” kata Yosi, Rabu siang, saat didatangi POSMETRO di rumah duka.

Menurut Yosi dan keluarganya, mereka tidak ingin memikirkan santunan, bantuan atau sejenisnya saat ini. Karena, keluarga besarnya masih berduka mendalam, akibat berpulangnya ibu mereka. Ibu yang begitu mereka cintai, dan begitu mereka ingin bahagiakan. ”Kami belum memikirkan hal itu, kami masih berduka,” sebut Yosi.

Dia menyebutkan, kemarin malam (Selasa, 15/9), beberapa orang dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) baik Sumbar maupun Agam telah mendatangi rumah mereka. ”Tak ada mereka menyinggung itu. Mungkin karena masih melihat kondisi rumah sedang seperti ini,” sebutnya.

Arab Saudi juga disebut memberikan bantuan lainnya, yaitu menghajikan dua orang keluarga korban yang wafat di musim haji berikutnya. Atau musim haji 1437 Hijriah atau tahun depan. ”Itu juga. Infonya sampai ke kami, tapi kami belum memikirkan naik haji tahun besok,” sebutnya.

Kepala Kantor Kemenag Agam Hendri menyebutkan, informasi santunan tersebut telah didapatkan, dan telah disampaikan kepada keluarga korban. ”Mungkin tahun depan keluarga korban akan dibawa berhaji ke Mekkah. Nanti kami akan koordinasi dengan Kemenag Sumbar, untuk keterangan lanjutan,” katanya.

Anehnya, Kanwil Kemenag Sumbar belum dapat memastikan kebenaran informasi adanya santunan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada korban crane, baik itu yang meninggal dunia, maupun itu yang luka-luka.

Menurut Kasubag Humas Kemenag Sumbar Rifky, dirinya sudah mengetahui bahwa adanya santunan yang diberikan oleh pihak pemerintah Arab Saudi. Namun, santunan yang diberikan tersebut belum mendapat informasi yang pasti dari pihak Pemerintah Arab Saudi.

”Kalau kepastiannya itu sama Menteri Agama. Tapi sejauh ini, kita belum mendapat informasi resmi dari Arab. Saya saja tahu informsi itu dari media. Maka, jangan percayakan itu terlebih dahulu,” jelasnya saat dihubungi, Rabu malam.

Dijelaskannya, korban crane yang berangkat melalui embarkasi Padang, ada sebanyak 7 orang. Satu orang meninggal dunia, dan 6 orang luka-luka. Dia juga belum memastikan asal korban tersebut apakah asli dari Sumbar. Karena, di embarkasi Padang ada juga warga luar Sumbar yang berangkat.

”Kita belum berani untuk menghubungi pihak keluarga mengenai informasi santunan ini. Kalau informasinya tidak benar, kan bisa kecewa para keluarga,” tuturnya.

Sementara bagi keluarga korban yang menderita luka-luka akibat crane maut itu, disebutkan, Saudi akan memberi visa kunjungan pribadi bagi keluarga korban yang masih di rawat di RS Arab Saudi. Selain korban meninggal, jamaah Sumbar juga ada yang menderita luka, yaitu Zulfitri Zaini (65). Zulfitri Zaini yang merupakan PNS, Guru di SMP N 1 Gunung Talang.

Klarifikasi Langsung ke Saudi

Beredarnya informasi tentang santunan untuk korban crane ditanggapi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di sela sela meninjau Arafah, Muzdalifah dan Mina, kemarin siang. Menurut Lukman, pihaknya atas nama pemerintah RI telah mengirimkan petugas khusus untuk menanyakan ke pemerintah Arab Saudi secara resmi.

Menurut dia, hingga saat ini pemerintah maupun Menag belum mendapatkan informasi secara resmi dari Arab Saudi. Lukman mengaku baru mendapatkan informasi dari media Arab Saudi. ”Saya juga mendapat banyak pertanyaan tentang itu. Tapi belum tahu kepastiannya,” ujarnya.

Menurut amirul hajj ini, dia berharap informasi itu benar dan dapat direalisasikan sehingga bisa untuk memberi bantuan kepada keluarga korban. Terutama janji pemerintah Saudi untuk memberikan prioritas kepada keluarga jamaah untuk berhaji tahun depan. ”Kami akan melakukan klarifikasi dan konfirmasi tentang kebenaran soal santunan dari pemerintah Saudi,” katanya.

Sementara pemerintah sendiri sudah mengasuransikan jamaah haji yang meninggal. Baik meninggal biasa karena sakit maupun yang korban crane. Namun, Menag mengaku tidak hafal dengan besarnya asuransi itu. Berdasarkan informasi, korban meninggal karena sakit mendapat santunan Rp18,5 juta. Sedangkan yang meninggal karena kecelakaan crane sebesar Rp 37 juta, dan yang mengalami luka. Rp10 juta.

Saudi menyebutkan, penyebab kecelakaan crane akibat angin kencang dan berada di posisi yang salah. Posisi crane dinyatakan salah dan melanggar UU Keselamatan. Klasifikasi Bin Laden Group—sebagai kontraktor proyek rehab masjid dihentikan oleh kerajaan Arab Saudi dan tidak diizinkan kembali ke dalam proyek baru. Departemen Keuangan dan pihak yang berwenang segera meninjau semua proyek yang dilaksanakan  perusahaan itu. (d/i/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional