Close

Kelanjutan Monumen Bela Negara, Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Kemenhan RI

AUDENSI—Terlihat Mahyeldi beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Dadang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan Jumat (5/11).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi meminta du­kungan dari Kementerian Pertahanan RI untuk kelanjutan pembangunan Mo­numen Bela Negara di Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota sebagai pengingat peristiwa sejarah PDRI. “Peletakan batu pertama Monumen Bela Negara dilakukan pada 2012, namun sampai sekarang belum tuntas. Kami berharap du­kungan dari Kememhan untuk kelanjutan pembangunannya,” katanya saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Da­dang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan Jumat (5/11).

Monumen itu adalah pengingat peristiwa sejarah saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi pe­nyambung nafas kedaulatan bangsa saat Agresi Belanda II

Ketika itu Desember 1948, Belanda dengan cepat menguasai Yogyakarta melalui agresi II. Pe­mimpin Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap bersama se­jumlah tokoh seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo.

Namun Presiden Soe­karno masih sempat memberikan mandat pada Syaf­ruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatera Barat guna mem­pertahankan kedau­latan RI.

Tanpa PDRI, Indonesia belum tentu sampai pada kondisi seperti saat ini karena itu Monumen Bela Negara memiliki arti penting sebagai pengingat perjua­ngan tersebut.

Mahyeldi mengatakan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Hari Bela Negara ke-73 pada 19 De­sember 2021 akan diisi dengan berbagai acara antara lain Tour de PDRI, seminar, FGD, bakaba Bela Negara, Napak tilas, dan lain-lain yang dapat menciptakan semangat Bela Negara khususnya di kalangan pelajar dan milenial.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mengatakan pemba­ngunan monumen tidak ha­nya berperan guna pe­ngingat sejarah tetapi juga dalam pengembangan kawasan segi tiga emas yang menghubungkan tiga Ka­bupaten yang berdekatan dengan lokasi Monumen Bela Negara, yaitu Kabupaten Agam, Pasaman, dan Limapuluhkota.

Ia menyebut tiga Kepala Daerah telah menanda tangani MOU untuk pe­ngembangan pariwisata, pendidikan, Koperasi dan UMKM,  serta sektor lain yang akan memicu pe­rtumbuhan ekonomi ma­sing-masing daerah dengan sumbunya terpusat di lokasi monumen.

 Pada kesempatan ter­sebut Dirjen Pothan Mayjen Dadang Hendrayudha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Bupati dalam u­paya menumbuhkan sema­ngat Bela Negara, rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, dan semangat rela berkorban.

Terkait kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara Dirjen Pothan men­dukung penuh penyelesaiannya. Ia merespon dengan cepat dan akan berkunjung ke lapangan yang direncanakan pada 19 November 2021.

Dalam kunjungan itu Gubernur Sumbar didampingi Kaban Kesbangpol, Jefrinal Arifin dan Kabid IW­KKB, Adi Dharma. Kegiatan diawali dengan olahraga sepeda pukul 06.30 – 07.30 di Kompleks Kementerian Pertahanan dan jalan utama Jakarta dan dilanjutkan dengan silaturahmi di Ruang Rapat Ditjen Pothan. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top