Menu

Kekurangan Stok Oksigen, Sumbar Minta Bantuan ke Provinsi Tetangga

  Dibaca : 122 kali
Kekurangan Stok Oksigen, Sumbar Minta Bantuan ke Provinsi Tetangga
Mahyeldi Ansharullah Gubernur Sumbar

PADANG, METRO–Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah me­mastikan provinsi-provinsi tetangga sudah bersedia untuk memberikan ban­tuan oksigen untuk pe­nanga­nan pasien-pasien Co­vid-19 dan mengan­tisi­pasi terjadinya kelangkaan oksigen di Sumbar.

“Saya sudah komu­ni­kasi dengan Gubernur se-Sumatra. Alhamdulillah, Provinsi Riau, Sumsel dan Sumut akan memberikan bantuan untuk Sumbar. Bahkan, Sumsel bisa mem­berikan berapapun yang diperlukan, tinggal kita lagi yang menjemput. Tadi su­dah saya minta langsung di­nas terkait, seperti per­dagangan, perhubungan dan BPBD untuk mem­fasili­tasi ini,” ujar Mahyeldi, Rabu (28/7).

Atas bantuan itu, Mah­yeldi mengucapkan terima kasih, karena memang Sumbar kekurangan oksi­gen. “Bantuan ini akan menyelamatkan ribuan jiwa pasien positif Covid-19 di Sumbar,” ungkap Mah­yeldi.

Mahyeldi menyebut, untuk kebutuhan oksigen ini mengutamakan untuk menjalin komunikasi terha­dap kepala daerah di Pulau Sumatera guna mem­bantu kebutuhan oksi­gen. Selain itu, pihaknya juga meminta masing-ma­sing rumah sa­kit yang me­nangani pasien Covid-19 melaporkan se­cara in­tensif kebutuhan oksigen.

“Kita saat ini minta rumah sakit yang mela­kukan perawatan Covid-19 agar memberikan datanya terkait kebutuhan oksigen. (Contoh) RSUD Rasidin Padang, untuk oksigennya saat ini aman, karen ada kerjasama dengan pihak ketiga,” kata Mahyeldi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadin­kes) Sumbar, Arry Yus­wandi menyebutkan, Pem­prov Sumbar juga me­ngam­­bil langkah stra­tegis de­ngan membentuk Sa­tuan Tugas (Satgas) Oksi­gen, termasuk untuk me­ngatur rencana pen­jem­putan bantuan oksigen dari provinsi tetangga.

“Untuk oksigen, kita memang kurang, bukan kita saja. tapi hampir selu­ruh daerah, khususnya di Jawa. Jadi langkahnya, kita akan siapkan Satgas Oksi­gen Sumbar, tinggal me­nunggu SK saja dan koor­dinatornya Pak Sekda,” ujarnya.

Saat ini, jelas Arry, ke­bu­tuhan oksigen di Sum­bar per bulan mencapai 500 ribu kubik. Tetapi, seiring dengan penambahan fa­silitas isolasi Covid-19 di Asrama Haji Padang dan Rumah Sakit Paru Padang Pariaman, kebutuhan tentu juga meningkat.

“Jadi, kita terus meng­hitung berapa kebutuhan real kita, apalagi masih banyak fasilitas rujukan Covid-19 yang belum mem­berikan datanya,” kata Arry. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional