Close

Kekerasan Seksual terhadap Anak di Kota Padang harus Dihentikan, Editiawarman: Orang Tua Takut Melapor

Editiawarman Kepala DP3AP2KB Kota Padang.

AIA PACAH  METRO–Kasus kekerasan seksual terjadap anak di Kota Padang memprihatikan dan perlu perhatian semua pihaknya. Pada tahun 2021 ini, jumlah anak yang diketahui telah mengalami kekerasan seksual adalah 10 orang anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pen­du­duk dan KB (DP3AP2KB) Kota Padang terus be­ru­saha menjangkau dan me­lindungi anak-anak yang mengalami kekerasan sek­sual tersebut. Masyarakat diharapkan melaporkan hal itu ke DP3AP2KB Kota Pa­dang agar anak yang jadi korban bisa dilindungi de­ngan cepat.

“Kita prihatin sekali dengan nasib mereka. Ka­lau tidak segera kita jang­kau, mereka akan terania­ya terus,” sebut Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Editiawarman di Media Center Balaikota, Senin (1/11).

Para pelaku, kata  Editia­war­man kebanyakan orang terdekat anak. Seperti orang tua laki-laki dan te­tangga dekat rumah. Dan biasanya korban berasal dari kalangan masyarakat miskin. Dimana, sang anak kebanyakan tinggal seru­mah, namun tidak memiliki kamar tersendiri. Sehingga kondisi itu memancing pe­laku untuk melakukan kekerasan seksual.

“Ada pelaku kekerasan seksual ini kita temui adalah tokoh masyarakat setempat, pengurus mas­jid pula. Korban sampai 13 orang anak. Satu orang anak bahkan sudah dicabuli dari depan dan belakang sampai 10 kali. Orang tua anak takut me­lapor. Untung ada satu orang yang mau. Sehingga bisa diproses, anak-anak­nya bisa segera kita jang­kau dan kita lin­dungi,” be­ber Editia­war­man.

Deteksi dini  dari ma­syarakat sekitar sangat diharapkan, sehingga ka­sus kekerasan seksual yang dialami anak bisa segera dihentikan. Tanpa peran aktif masyarakat sekitar untuk melaporkan, maka sulit kasus itu baka diketahui. Saat ini, menurut dia, pelaporan bisa lang­sung ke petugas di DP3AP2KB Padang atau langsung ke nomor kepala dinas yakni,  085263996867. Saat ini juga ada relawan satu orang di setiap ke­lurahan. Namun itu trntu sangat terbatas.

“Perlu perhatian dan kerja sama semua masya­rakat agar tak ada lagi anak-anak yang menga­lami kekerasan seksual atau kekesan fisik,” tandas Editawarman lagi.

Data dari DP3AP2KB Padang, sampai September tahun 2021, jumlah anak yang mengalami ke­ke­­rasan fisik adalah 5 orang, kekerasan psikis seba­nyak 5 orang, kekerasan seksual 10 orang, pene­lantaran 3 orang. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top