Close

Kejati Sumbar Usut Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD M Zein, Dinas PUPR hingga DPKAD Pessel Digeledah

MANGKRAK— Kondisi gedung RSUD M Zein Painan yang pembangunannya terhenti sejak tahun 2016.

PESSEL, METRO–Dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan yang  telah lama terhenti dan terbengkalai di Bukit Taranak Painan, Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar.

Bahkan, sebagai bentuk keseriusannya, Kejati Sumbar mengerahkan Tim Satgas Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) ke Kabupaten Pessel menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) untuk mengumpulkan bukti-bukti dokumen.

Seperti diketahui, pembangunan gedung baru RSUD M Zein Painan tersebut menelan anggaran Rp  99 Miliar, yang dibiayai lewat pinjaman daerah ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dimulai pada tahun 2015. Pinjaman dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Kabupaten Pesisir Selatan didasari Perda nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah tahun 2014 ke PIP.

Dari jumlah itu, Rp 96 Miliar digunakan untuk pembuatan gedung dan sisanya Rp 3 Miliar guna melengkapi peralatan kesehatan RSUD. Namun pada tahun 2016 pada pemerintahan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menghentikan kegiatannya. Dengan alasan, tidak dikantonginya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL). Ketika itu, progres kegiatan sudah mencapai bobot 80 persen, dimana dikerjakan PT Sarana Multi Investasi ( SMI) dengan tenor 5 tahun.

Hal itu dibenarkan Kejati Sumbar melalui, Aspidus Kejati Sumbar Suyanto, ketika dihubungi POSMETRO, Kamis (11/11). Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Tim Satgas Tipidkor) Kejati Sumbar dalam rangka pengumpulan bukti-bukti baru dalam perkara dugaan korupsi pembangunan RSUD M Zein Painan.

“Ada beberapa ruangan di Pemkab Pesisir Selatan kita lakukan pemeriksaan, seperti Dinas Pekerjaan Umum, LPSE dan DPKAD. Dari hasil penggeledahan itu, ada beberapa dokumen atau barang bukti yang kita telah kumpulkan untuk kemudian guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkap Suyanto.

Dijelaskan Suyanto, terkait penanganan perkara dugaan korupsi pembangunan RSUD M Zein tersebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi.

“Perkara ini sedang dalam proses lidik dari Tipikor Kejati Sumbar,  termasuk nantinya akan meminta keterangan dari beberapa saksi ahli guna pendalaman penyidikan perkara pembangunan RSUD M Zein Painan. Ada 9 orang tim Satgas Tipikor Kejati Sumbar turun kemarin, didampingi tim dari Kejari Pesisir Selatan,” ujar Suyanto.

Sementara itu berdasarkan informasi didapatkan di lapangan, tim Satgas Tipikor Kejati Sumbar bersama tim Kejari Painan, Pesisir Selatan telah memasang garis pembatas ( Police Line) di lokasi gedung baru RSUD M.Zein Painan. (rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top