Menu

Kejati Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Rezka Oktoberia

  Dibaca : 335 kali
Kejati Jadwalkan Gelar Perkara Kasus Rezka Oktoberia
Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumbar, Fadlul Azmi.

PADANG, METRO
Dugaan  Kasus penipuan yang menyeret mantan Caleg Partai Demokrat asal Kabupaten Limapuluh Kota, Rezka Oktoberia mengalir kencang di Kejaksaan Tinggi Sumbar. Saat ini, perkara akan masuk tahap Gelar Perkara.

“Sudah kami jadwalkan untuk gelar perkara kasus Rezka Oktoberia ini. Dalam minggu depan akan kami laksanakan,” sebut Asisten Pidana Umum ( Aspidum) Kejati Sumbar, Fadlul Azmi kepada Wartawan, Kamis (16/7) di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar.

Disebutkan Fadlul, Gelar Perkara ini diminta oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh Cabang Suliki sebagai bentuk persetujuan apakah perkara ini sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan negeri.

“Ini perkara yang sudah menyita banyak perhatian publik. Jadi Kejaksaan Negeri Payakumbuh Cabang Suliki tidak bisa gegabah untuk mengambil sikap. Perlu dilakukan gelar perkara secara bersama apakah perkara ini sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan negeri,” katanya.

Permintaan gelar perkara ini sudah disetujui oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar dan nantinya antara penyidik dan jaksa akan menelaah kembali seluruh unsur perkara. Dari sana, akan didapati apakah perkara ini naik ke tahap P-21 atau dikembalikan lagi ke penyidik Polri.

“Ini kasus 378. Kasus penipuan. Jadi memang banyak unsur dan itu harus kuat. Harus dibuktikan rentetan kata bohong tersangka (Rezka Oktoberia-red). Jika ada juga yang kurang, akan dikembalikan ke penyidik polri lagi,” sebutnya.

Sementara itu J. Lumbantoruan, Penasehat Hukum, Zamhar Pasma Budhi menuturkan pihaknya sangat yakin selepas gelar perkara di kejaksaan bisa naik ke tahap P-21. Pasalnya, dalam gelar perkara di Polres Limapuluh Kota, sudah dinyatakan Rezka Oktoberia bersalah. Termasuk dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Tanjung Pati Februari 2020 silam.

“Kami yakin bakal naik ke tahap P-21. Di gelar perkara Polres Limapuluh Kota dan sidang pra peradilan kemarin terbukti dengan sah bahwa Rezka Oktoberia melakukan penipuan kepada klien saya yaitu Zamhar Pasma Budhi,” kata Lumbantoruan yang juga mantan anggota Polri ini.

Lumbantoruan meyakini seluruh unsur dalam berkas perkara yang saat ini ditangan Kejaksaan sudah lengkap.

Namun jika berkas perkara dikembalikan lagi oleh kejaksaan ke penyidik Polres Limapuluh Kota, Lumbantoruan siap melaporkan oknum-oknum yang bermain dalam memperlambat kasus Rezka Oktoberia ini bergulir ke ranah hukum.

“Jika masih diperlambat lagi, saya siap melaporkan oknum-oknum yang diduga memperlambat proses ini berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya, Rezka Oktoberia ditetapkan tersangka oleh Polres Limapuluh Kota sesuai surat penetapan Nomor : S.TAP/05/I/Res.1.11/2020, tanggal 29 Januari 2020.  Atas penetapan tersangka ini, Rezka Oktoberia mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Tanjung Pati tanggal 12 Februari 2020 silam dengan nomor No 1/pid.pta/2020/PN TJP.

Namun, dalam sidang pra peradilan ini, Rezka kalah.

Seusai praperadilan, berkas perkara Rezka Oktoberia tiga kali bolak balik antara penyidik Polres Limapuluh Kota dengan Kejaksaan Negeri Payakumbuh Cabang Suliki. Hal ini dikarenakan ada unsur yang belum terpenuhi untuk dinaikkan ke tahap P-21 atau dilimpahkan ke Pengadilan.

Akibat bolak – baliknya berkas perkara ini yang menyita waktu sekitar 5 bulan, Penasehat Hukum Zamhar Pasma Budhi melayangkan surat protes ke Kejaksaan Tinggi Sumbar akhir Juni 2020 silam. Hal ini dikarenakan ada dugaan untuk memperlambat jalannya kasus ke ranah hukum . (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional