Menu

Kejari Temu Ramah dengan Insan Pers, Singgung Internet Lelet di Pemko Sawahlunto

  Dibaca : 346 kali
Kejari Temu Ramah dengan Insan Pers, Singgung Internet Lelet di Pemko Sawahlunto
TEMU RAMAH—Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto Abdul Mubin saat menjawab sejumlah pertanyaan dari insan pers Kota Arang.

SAWAHLUNTO, METRO–Kejaksaan Negeri (Ke­jari) Sawahlunto menga­dakan temu ramah dengan insan pers Sawahlunto, dengan mengusung tema bersinergi untuk negeri, Rabu (9/6). Tujuan temu ramah ini adalah untuk berkenalan dengan Kajari Abdul Mubin.

Kajari Sawahlunto Abdul Mubin dalam kegiatan temu ramah tersebut menye­butkan, kehadiran pers da­lam setiap tugas dan we­wenang institusinya sangat mendukung. Menurutnya,” Insan pers bukan hanya tugas mencari berita na­mun juga memiliki auten­tifikasi, profesi yang cerdas menjadi role model meru­pakan contoh pada ma­syarakat, dengan inves­tigasi yang tajam dan data-data, fakta sangat mendu­kung kegiatan dari instansi kejaksaan dalam mem­bong­kar tindakan kejahatan. Dari informasi yang aktual tajam dan terpercaya sehingga bisa membantu dalam pe­na­nganan hukum,” ujar Mubin.

Dia menjelaskan, dalam tahun ini ada dua kasus korupsi yang sedang dita­ngani tapi untuk saat ini informasinya belum bisa dipublikasikan sebab masih dalam pengumpulan kete­rangan, data dan fakta-fakta.

Pihak kejaksaan juga melakukan MoU dengan pihak pemerintah kota, BU­MN dan perbankan. MOU itu sebagai bentuk pendam­pingan bagi lembaga-lem­baga terkait, tapi seandai­nya dalam perjalanan pen­dampingan pihak Kejak­saan akan melakukan tinda­kan,” Tidak ada pembiaran bila terjadi tindak pidana ada supremasi hukumnya, tujuan dari MOU ini adalah pendampingan yang meru­pakan preventif supaya tidak terjadi penyimpangan hukum,” jelas Mubin.

Mengenai jaringan inter­net yang lelet di lingkungan Pemko Sawahlunto, di mana jaringan tersebut adalah hasil kerjasama Pemko Sa­wahlunto dengan PT Maya­tama dengan kontrak yang seharusnya ditandatangani bulan Februari. Namun, sampai saat ini belum juga selesai masalah penanda tanganan kontrak tersebut. Abdul Mubin menjawab pe­rihal ini kepada pers,” Kita akan melihat dari kontrak, nilai kontrak dan im­plemen­tasinya bila terdapat pe­nyimpangan, data-data yang tidak benar baru kita bisa menindak lanjuti meng­gunakan dimensi perdata,” ujar. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional